Friday, January 27, 2006

-017. BoSS CoWoK vs bOss cEwEk

"Kamu saya tarik jadi anak buah saya aja yach..yach?!!!?"
Saya cuma melongok ketika pertanyaan itu muncul dari seorang perempuan setengah baya dengan tingkatan diatas manager kayaknya... saya ngak peduli pokoknya, pada saat itu saya cuma melongok ya..sembari nyengir pasrah. Kemudian....
"Whatz...." saya setengah menjerit tertahan dimeja kerja saya, fikiran2 yang disuntikkan oleh teman2 saya yang notabene kebanyakan punya bos cewek langsung meracuni seluruh bagian otak saya. terbayang cerita ucil tentang bos ceweknya yang judes, tengil dan rada norak (ih..amit, amit,amit-pls note ini cuma gambaran saya aja dari cerita teman saya itu), lalu teriakan keras dan amarah ngak jelas seperti bosnya moz5 (yang moody abis & hobby mengumbar amarah) wah... parah,parah,parah. Mendadak saya jadi seperti orang parno, ingat pengalaman kerja saya ketika di bogor, sebenarnya ibu itu bukan atasan langsung saya, tapi benar2 orang itu bisa bikin beberapa teman saya nangis, bodohnya didepan dia..... kesimpulannya waktu itu"NGAK ENAK!!!"
setelah itu kebanyakan atasan langsung saya adalah cowok, mereka memang cenderung keras, tapi saya merasa mereka lebih fair, ngak suka ngomong ngak suka, marah yach marah, ngak ada tuch urusan kantor dibawa ke rumah, ups kebalik :p Tapi tadi mungkin cuma bad sample aja kali yach.
karena beberapa teman saya yang atasan langsungnya perempuan juga asyik-asyik aja tuch, kalo bisa diajak cin-cay malah kompak bgt, tapi jujur, meski begitu saya masih deg-deg an sampai hari ini,
jangan-jangan dia benar-benar dengan ucapannya. duh... saya mencoba menguatkan diri...
semoga datangnya untuk saya yang baik-baik saja.
Tapi dunia perempuan memang begitu sempit, kenapa harus saling sikut??? saya juga ngak ngerti (weits... itu bukan saya yang ngomong, itu saya kutip dari film geisha yang kurang lebih seperti itu).
Ya...ya..ya... sekarang cuma bisa berdo'a minta dikasih yang terbaik aja dech. Karena yang sudah-sudah yang terbaik menurut saya ternyata bukan yang terbaik menurut jalan takdir saya.
yach... just see for the next week, next month and some couple month ahead.

Wednesday, January 25, 2006

-016. MaNiSNYa Cinta PAhitnya Kenyataan

Lima huruf yang kata orang bermakna banget ”CINTA”. Saya sendiri dah lama ngak ngerasain hal itu, entahlah mungkin karena sedang malas atau memang belum ada yang sreg, yach semua bisa jadi mungkin kan? Bagaimana yang sedang jatuh cinta atau yang sedang senang2nya jalan bareng dengan si dia, rasanya dunia milik berdua yang lain ngontrak, duh ;) tapi saya dulu perasaan ngak gitu2 banget :D Senangnya kalau dipuja puji si dia, meski ngak semuanya bener, boong malah iya, jalan bareng, berbagi dst... pokoknya rasanya dunia penuh bunga full color, dan rasanya indah banget, yang jelek mending minggat aja! Duh segitunya tapi coba kalau dah mulai berantem dan datang orang ketiga, maka yang terjadi adalah sekeliling bagaikan tivi rusak yang banyak semutnya, mending model tv b/w, kalau orang lain bilang rasanya dah kayak dineraka aja (pede banget mang pernah ngerasain?), duh hiperbola yang ngak-ngak dikeluarin. Semua yang dulunya sok dijaim2in mulai ketahuan busuknya, topeng mulai kebuka perlahan tapi pasti, yang ada didepan Cuma bayangan suram yang diwarnai marah, cemburu dan kalau bisa menyusun 1001 cara balas dendam yang spektakuler. Ngak ada lagi panggilan sayang dan rangkaian kata yang keluar dari mulut dengan bibir penuh senyum, yang ada cuma benci. Yach mungkin tuch Cuma ilustrasi cinta monyet atau hubungan atas nama cinta tapi ngak tulus kali. Ngak semuanya seperti gambaran diatas kali yach. Kalau dibangun dengan hubungan yang dewasa dan fair mungkin ngak yach bakal berakhir seperti itu juga. Tapi kadang memang kenyataan ngak semanis harapan yang sudah dibayangkan, kemungkinan terburuk bisa saja terjadi. Kalau kata teteh Moz5 yang baru abis dari esq cinta karena Allah itu yang benar. Semoga bisa ya Teh, ayo uni Ucil kamu pasti bisa, mpok tante juga pasti bisa, ”why should remember the past if it’s something bad and u should forget.

Thursday, January 19, 2006

-015. RaSa & prAsAngkA

"Perempuan kalau ngambil keputusan biasanya 99% pake perasaan sisanya baru pake akal, kebalikan dengan laki-laki"
atau...
"coba liat kalau perempuan mengeluarkan pendapatnya sebagian besar pasti diawali dengan "saya rasa", kalau laki-laki biasanya dengan tegas bilang "saya fikir"."

kapannya terakhir saya dengar kalimat semacam itu? tapi cukup sering waktu itu. Dan setiap kali mendengar kalimat itu kesal sekali rasanya, hari gini kok masih gender aja, gerutu saya waktu itu.
Tapi ketika kemarin saya baca komentar seorang ”pesohor” perempuan tentang sebuah buku, saya jadi teringat kalimat diatas dan mulai merenungi kembali, apa iya semua perempuan selalu mengedepankan perasaannya? Lalu saya mencoba mengulang setiap kalimat diatas, yach mungkin ada benarnya, sebagian besar berarti tidak semuanya, dan pasti ada alasan orang untuk melakukan sesuatu baik itu berdasarkan perasaan atau rasionya. Kalimat Ali bin Abi Thalib yang pernah saya baca mungkin ingin menafsirkan hal yang sama (Perempuan sanggup menyimpan rasa cintanya selama 40 tahun, tetapi....).
Sebuah pengakuan memang harus saya buat untuk diri sendiri paling tidak. Saya juga sering mengedepankan perasaan, tapi itu semua kan dalam kondisi tertentu asal tidak menganggu dan merugikan orang kenapa tidak? sah-sah aja khan?
Fikiran saya tiba-tiba melayang ketiga teman saya, Ucil, Tante dan Moz5 (preman pulogadung). Saya tersenyum sendiri, merasa bodoh tiba-tiba, pada kenyataannya kami memang terlalu dan sangat menjujung perasaan untuk sebuah hal yang disebut cinta. Semua ingatan saya mulai merekam kejadian-kajadian yang menyebabkan mereka atau bahkan saya bisa berubah 180 derajat dalam satu waktu, atau melakukan hal-hal bodoh yang kalau orang lain lakukan biasanya selalu saya tertawakan dan cemooh. Iya, hanya karena sebuah prasangka dengan mengunakan perasaan, dan meyakinkan diri kalau perasaan benar, kerapkali malah sering membuat hati terluka (taela kayak lagunya betharia sonata aja :D)
Semua awalnya memang dari prasangka, tapi apa salah kalau seseorang berprasangka? selama prasangka itu baik kan ngak masalah. Tapi kalau prasangka itu berubah jadi sebuah harapan yang akhirnya berakar kuat dan menyakini segala sangka kita adalah benar, yach mungkin obsesi tepatnya kali? Itu mungin yang salah.
Sejenak, dua jenak, saya diam. Edan, dari mana datengnya nich suara, gosh, ini lagu saya kenal banget, salah satu ost dorama jepang, oh.... Tokyo Love Story... wah dorama jadul tapi real world banget... tentang kanchi, rika, satomi, mikami, nauko dan hmm... saya lupa namanya. Wah jadi inget lagi, mungkin ngak yach sama seperti yang saya maksud diatas. Rika begitu yakin kalo Kanchi juga cinta sama dia, meski dia juga tahu Kanchi punya cinta pertama yang susah dia lupain, Satomi. Biar dah ngasih cintanya sepenuh hati, apa mau dikata ternyata Kanchi lebih milih cinta pertamanya. Rika yang terlihat energic dan selalu ceria, juga manja, mengingatkan saya pada Ucil, hiks ternyata setelah dinget2 Cil ada juga yang mirip ma kisah loe.... he..he..he... Cil loe kadang ngerasa kesepian juga ngak kayak Rika yang dibalik sifat dan polahnya sebenernya dia kesepian???
Duh perempuan ternyata untuk nata perasaan tuch ngak segampang itu yach. Sejauh ini yang paling tob adalah cara moz5 dalam ngadepin setiap masalah meski ngak berarti bebas rasa sakit. Yach berserah pada Si empunya hidup duch Moz5 dalem banget sich kamu. Kerap datang dalam fikiran saya juga, kalo saya sebenarnya tidak benar-benar cinta dengan seseorang itu, tapi ini seperti satu obsesi saya, seperti Amaya (tokoh dalam novel KPGnya Ninit) yang ternyata ngak bener-bener pengen balik sama cowoknya, ternyata cuma ingin mendengarkan permohonan maaf cowoknya itu, saya fikir saya juga, mungkin ucil dan moz5 juga. Mungkin sekarang semua prasangka yang akan menimbulkan sakit dikurangi yach paling tidak kalau tidak bisa dihilangkan, Ternyata mengedepankan rasa itu salah banget, meski dalam kehidupan pribadi sekalipun, dan saya cukup kapok untuk terlibat terlalu jauh dengan perasaan-perasaan saya yang salah, akibat prasangka dini dan sepihak, cukup sudah seperti kata Glen, case closed, ”He’s not good enough for me.”.

Monday, January 16, 2006

-014. SMS NyasaR

Pernah kenal atau berhubungan dengan playboy, alias cowok yang sok kegantengan dan punya negative attitude dan semacamnya? Yeah.. sebenernya kadang malah mereka manis banget, maklum berkedok soalnya, tapi bukannya hampir semua cowok itu... weits...kok jadi ngebahas para bajingan :D. Nah hubungannya dengan sms nyasar? ada banget, tante, teman saya yang semok ini mang lagi apes.
Masih segar dalam ingatan saya ketika dia memperlihatkan sms yang dia anggap romatis dengan rangkaian kalimat lucu dari teman cowoknya ke saya. Bahkan ia pernah meminta pendapat saya untuk membuat kaliamt-kalimat balasanya untuk cowok itu.Saya dan teman-teman ikut senang ketika melihatnya begitu bahagia belakangan ini. Mulai pegi janjian dan berkencan dengan teman kuliahnya dulu, tapi tetap terus berhubungan dengan ”teman”smsnya.
Meski Awalnya Tante rada kesal dengan teman kuliahnya ini, tapi saya tetap memberinya semangat, paling tidak dia lelaki yang sopan, meski garink abis, dan dari segi tampang juga lumayan dari pada PS teman kami yang narcis dan tampangnya ancur. Dia menerima saran saya, tapi untuk teman yang satu lagi yang belum pernah saya lihat, tapi cukup familiar smsnya ini, saya tidak bisa memberi komentar apa-apa, karena rasanya sia-sia saja, karena pasti kalimat akhirnya ”kan cuma have fun apa salahnya?” ketika saya complain smsnya yang kadang ngak sopan menurut saya. Kalau sudah begitu, saya dan Ucil cuma bisa senyum pasrah, ngak ikutan ah urusan domestik tuch masalah hati. Date ke-2 si Tante dengan orang departemen itu, saya juga sempat diajak, tapi saya menolak, karena saya sudah janji dengan mama untuk buka puasa dirumah, dan ternyata cukup sukses, meski awalnya aneh, menurut si Tante, tapi Tante cukup menikmati, tapi tetap selalu dan selalu dibandingkan dengan teman smsnya. Date ke3 mereka memang kurang sukses, akibat konsentrasi Tante terpecah, karena dia sudah ada janji juga dalam satu minggu itu dengan teman smsnya. Dia heboh minta pendapat saya dan ucil tentang datenya yang pertamakali dengan teman smsnya. Hingga orang Departemen itu hanya jadi seperti intermezo dan Tante juga dah kehilangan mood dengan si manusia garink itu.
Belakangan juga sepupu saya yang notabene dulu ngak deket2 banget dengan saya jadi sering telepon dan curhat 1001 masalahnya dia, dan yup pas banget momennya, saya ajak saja dia sekalian daripada dia bete curhat masalah mantanya, saya berinisiatif mengenalkan si Mas dengan teman saya yang cantik dan katanya belum punya pacar (huh... ternyata dia bohong, beberapa bulan lagi dia akan menikah), sekalian bareng nonton dengan si Ucil dan Tante juga datenya. Tante mau datenya kali ini harus perfect, dia bertekad untuk dateng sendiri (date pertamanya dengan org depart. Tante mengajak saya tepatnya memaksa saya ikut dengannya). Untuk itu Tante melarang saya dan Ucil untuk nonton hari itu, tapi kami tetap berkeras karena kami mau nonton bukan karena Tante mo ngedate, tapi karena kita benar2 mau nonton, lagian yang mau ditonton Tante dan Datenya itu beda dengan yang saya mau tonton. Tapi apa boleh buat, ternyata datenya Tante ngaret, alhasil karena panik dan takut datenya boong Tante akhirnya nonton film dengan judul yang sama dengan kami, selain Ucil juga yang memprovokasi, kalo film pilihan date tante tuch film jelek.
Hingga panggilan dari studio 1 untuk para penonton berkumandang tapi date tante tak kunjung dateng. ” Huh, cowok jam karet nich” akhirnya dengan berat hati kami ber3 meninggalkan Tante yang sudah dandan cantik dan wangi ini diluar. Kami masuk.
5 menit, 10 menit, 20menit yach, akhirnya tante dan datenya masuk, oh ini toch yang namanya **d**. Selesai film saya dan Mas sepupu saya langsung pisah, karena dia harus mudik, sedang saya dan Ucil bergegas mau Sholat, tapi mendadak HP ucil berbunyi Tante SMS ”loe ke kamar mandi donk!” Ucil dan saya berpandangan bingung. Bukannya tadi dia tidak bersedia kami temani? ”Ada yang ngak beres!” Ucil bergumam, sedang saya langsung menarik tangannya kearah eskalator, seraya menganguk.
”loe ngak papa?” Ucil menyerbu Tante dengan pertanyaan. Saya tahu ada yang ngak beres seperti juga dugaan Ucil, meski tante Cuma tertawa, dan minta maaf karena dengan sengaja tidak mengenalkan cowok SMS itu ke kami, ya ditambah pernyataan basa-basinya. Akhirnya kami keluar duluan dan sholat. Awalnya kami berniat pulang, tapi karena Ucil khawatir dengan Tante, kami memutuskan untuk makan dan duduk dekat meja mereka. ”sial dia asik berdua”, artinya memang tidak apa-apa. Akhirnya kami putuskan untuk pulang duluan, takut kemalaman.
Tentang si orang Depart. Tante tetep berhubungan lewat SMS, alasan sibuk membuat mereka ngak pernah ketemuan. Tante dan teman SMSnya justru semakin dekat, dan mereka kembali ngedate untuk ke2 kalinya. Saya dan Ucil sedang malas nonton saat itu, kami ber2 memutuskan ngenet dan jalan ke toko buku saja.
Selanjutnya mereka terus sms dan jalan bareng yach semacam hts an atau istilah sekarang ttm an Hingga suatu saat Tante cerita dengan mata berkaca-kaca dan nada gondok, ”Ncie, kok gini yach, tapi gw seneng Allah masih baik sama gw, meski pahit banget.” saya mengerutkan dahi apaan sich??? Tante melanjutkan, kali ini ada kilatan kesal dimatanya”Pas gw lagi bahagia-bahagianya, ada sms dari die Ncie, gw pikir die dah kangen lagi ma gw, setelah seharian jalan bareng, malem2 sebelum tidur sms juga, tapi ternyata bukan untuk gw Ncie, nih baca!”
Saya mengeser duduk saya dan membaca barisan kalimat di ponsel Tante. ”sial, dasar...”
”Gw sebel banget Ncie... dasar Playboy cap Kampret!” makinya sambil memijit-mijit Hpnya. Saya diam. ”Trus loe tau ngak pas gw bales smsnya, nanyain SMS nyasar itu, eh, bisa-bisanya dia boong lagi, memangnya gw anak abg apa, sial banget tuch orang. Awas aja, bakal gw bales” Tante sangat geram.
”Gw ngak ikutan kan, gw dari awal dah ngak respek ma dia, gw lebih seneng loe jalan ma si Depart. Biar garing, tapi dia sopan dan ngehargain loe banget” saya akhirnya bicara.
” Iya gw juga jadi kangen banget ma dia Ncie!” Saya Cuma bisa memandang prihatin ke arah Tante, kami diam.

Setelah beberapa minggu setelah kejadian sms nyasar.
”Jadi kita ketemuan di Atrium aja kan sama si Ucil?” Saya mengangguk menjawab pertanyaan Tante tanpa memperhatikannya, ”Apa kabar si depart?” saya mengambil HP yang bergetar dalam tas saya sambil mengerling kearahnya.
”Basi Ncie, ternyata ngak jauh beda juga ma si SMS itu” saya mengeryitkan dahi dan memandang serius ke arahnya, sambil mengeleng. ”Seperti kasus kemaren, sms nyasar lagi ke gw, tapi kali ini memang ngak ada say-saynya atau honey gitu sich, tapi cinta sejati, bunyinya gini mana katanya cinta sejati, kok nyatanya cuma segitu doang.”
Saya diam, ”Tapikan ngak jelas, dia lagi smsan ma siapa” Saya tetap masih tidak percaya.
”Iya sich, tapi mungkin memang sudah ada yang lain kali, udah dech Ncie capek gw, ngak usah dibahas lagi, case closed, untuk playboy cap kampret dan bapak satu itu.” Nadanya datar dan tenang. Tinggal saya yang ngedumel dalam hati, kok bisa mereka semua ketauan belangnya lewat sms nyasar. Saya memandang ke arah teman saya, sepengetahuan saya memang hampir semua orang yang suka bohong sama nidh anak bakalan ketauan juga, entah gimana caranya, tapi dia sendiripun bukan orang yang pandai berbohong dan bisa menutupi rahasia pribadinya.
Ya..ya..ya... semoga saja saya, Ucil, Tante dan Preman Pulo Gadung ngak ketemu lagi sama orang-orang macam begini.
”Ma, apa karena dulu kita suka menjajah PS, dan beberapa temen cowok makanya...”
”Agh... apaan sich Cil ngak ada hubungannya lagi, lagian mereka kok yang seneng gw ngak pernah ngerasa ngejajah mereka, udah lah, kok jadi ngebahas karma sich?” Ucil memonyongkan mulutnya dan saya sibuk meng-sms preman Pulo gadung untuk janjian ketemuan.

Ps: Untuk para playboy cap apaan aja, ati2 kalau sms...salah kirim sms berabe nanti...

-013. MondaY...Ngak Penting......

Saya sibuk tapi... wah kalimat yang saya lupa dari si unyil satu ini...
terakhir kita chat sebelum akhirnya gaimnya di block lagi ma orang it
yang sentimen ma dia ya dua hari setelah lebaran haji. seperti biasa
dari mulai ngebahas janjian mo tukeran oleh-oleh sampai ngebahas seseorang
yang berujung pada obrolan yang bener - bener ngak penting banget.
Mana sampai pakai teori-teori pribadi segala dikeluarin, dasar ucil... ;p

Me : wah tau2 keinget ma si****** kemana yach anak
Zzahra: Cie, cie... kangen nich...
Me : Kangen?? plzz... ngak banget... tapi.....
Iya juga kali yach terakhir dia e-mail gw soalnya dah lama juga
trus pa kabarnya yach? soalnya ngak ada makhluk yang menyebalkannya
melebihi dia
Zzahra: Eh.. biasanya klo loe mikirin seseorang, dia juga loch
ini beneran loch... contohnya pas gw lagi di Solo. kan Ujan terus tuch
gw lagi keingetan kakak gw yang dipekanbaru, trus tau-tau dia sms in gw
dia nyuruh gw bilang ke supirnya hati-hati jangan ngebut... wah tuch pikiran
gw ma dia sama banget, karena gw mang lagi ketakutan gara2 supirnya ngebut
Me : Apaan sich! teori darimana lagi tuch, aneh... lagian cuma kebetulan kale.
Zzahra: Teori gw... tapi dah kebukti berkali-kali dan bener, pas si S*** lagi putus ma
pacarnya trus dia keingetan ma si A***, eh tau-tau tuch cowok nelpon si S***
kan ke bukti kan?
Me : Apaan sech? ngak banget tuch teori, elo lagi yang ngarang ;~ aneh.
tapi.... ah gw ngak percaya, kecuali kalo anak band itu nelpon gw hari ini :D
Zzahra: Ya udah, Btw ternyata loe bener kambing itu ngak ada yang kriting
jadi gw salah ngasih tau si Jupri untuk alasan pulangnya dia.
Me : kikikik... lagian sich... ngapain coba kambing aja direbonding, mau dipotong kok kudu cakep2
Gokil... tapi ada yang gimbal kok.....
dst..dst..dst...
Tapi.. cukup saya akui, chat dengan mereka2 meski kerjaan saya sedang dikejar2, sebenarnya bukan saya tapi teman kerja saya kalau panik saya juga pasti akan dapet cipratan sibuk membantu, never mind... saya suka sibuk ketimbang harus cari bahan bacaan atw cuma browsing iseng sampai kepala pusing, sangat eh cukup menyenangkan, menghilangkan bosan dan membuat topik obrolan konyol. si Ucil dan Preman pulo gadung juga pernah ngebahas hal2 yang ngak penting, cita-cita waktu kecil misalnya. Tapi kasihan sekali si Ucil sekarang, setelah semua fasilitas dia berinteraksi ke dunia luar di block, bahkan satu-satunya media kita ngobrol & buat janji (dari pada telp atw sms) yang ada; gaim, di block juga. benar2 orang sadis yang aneh dan menyebalkan, entah apa maunya. Kalau dia mau bikin Ucil nangis, dia sudah (saya harap kamu puas dech pak), bahkan sering dan ucil tidak lagi seperti dulu ramai, ngocol, nyebelin, bahkan acara nonton kami yang biasanya paling dia nikmati, kemarin sama sekali jadi ngak seru.
Kalau boleh saya bilang BASI, alhasil pulang dari PH saya marah, ngambek sama mereka, saya jadi ikutan sebal, seperti biasa jadi malas bercakap-cakap sama mereka HP saya nyalakan sesekali, dan komunikasi dunia maya (alat2 Chat yang ada), turut saya disconected.
Semua jadi ngak penting, ngak penting banget, mendadak saya jadi muak, segala hal yang asik jadi garink, menyebalkan, karena ucil yang lagi bad mood, si tante jadi ngak enak hati gitu, sementara si preman pulogadung sok pasrah pulang malem padahal sendirian, sementara nyokap dah rewel dengan sms "dah sampai mana? pulang sama siapa? kamu tau ini sudah jam berapa?" Gosh....jadi sebel... kenapa gini... mang bener2 "I HATE MONDAY"