Tuesday, April 11, 2006

-029. Schizoprenia

Setelah bertanya2 sekian lama akhirnya saya tahu juga apa penyakit temen satu kantor saya ya sebut aja Mba' Lina. Kalau kata Mba' Wi Schizophrenia. Saya sempat berfikir, mungkin saya salah dengar, tapi ternyata ngak. Kalau kata Mba' Wi karena kebanyakan baca novel, apa iya? saya menyela ngak semua orangkan? saya juga suka baca tapi... Mba' Ewi nyengir kalo baca jangan dihayati Nor. ngingetin aja sich saya nyengir, dia memang paling tidak suka disela kalau sedang bicara dan saya lupa. Mba' LIn yang baik, pendiam dan beda banget dari teman seangkatannya, ternyata mengidap penyakit aneh kalau Mba' Lin sendiri selalu bilang penyakit orang gila.
Saya bertanya2 kok bisa dia kena penyakit itu, dia baik, punya teman banyak, cukup cerdas, lalu salah dimana dan kenapa bisa kena. Saking saya ingin tahunya saya mencoba untuk browsing dan mencari tahu tentang penyakit itu.
Dan kalau menurut situs yang saya baca Schizophrenia ini asal katanya berasal dari bahasa Yunani yang secara harfiah di terjemahkan menjadi SChitos artinya terbelah, terpecah dan Phren artinya pikiran, istilah yang diperkenalkan oleh eugen Bleur ini th 1857-1939 menekankan pada pola perilaku yaitu tidak adanya integrasi otak yang mempengaruhi pikiran, perasaan & afeksi. Kalau menurut Prof. Dr.Dadang Hawari penyakit ini di Indonesia umumnya menyerang remaja. Tapi Mba' Lin kena penyakit ini pada usia yang sudah cukup dewasa, dan ada juga penelitian yang menyebutkan bahwa %tase terbesar memang menyerang usia 20-40th yaitu 65%. Seram... yach jujur saya jadi was2 blom lagi saya yang sering berubah mood :P, dan sebalnya teman2 saya bilang saya suka stres sendiri enak aja... :P tapi ada penelitian juga, masih menurut Prof tadi, kalau penderita penyakit ini biasanya lebih banyak mempengaruhi laki2 dibanding perempuan pada kelompok usia 16-25 tahun, sedang pada kelompok usia 25-30 tahun lebih banyak menyerang pada perempuan.
Penyakit ini merupakan penyakit otak yang sangup merusak dan menghancurkan emosi. Penyakit ini memiliki basi biologis seperti halnya penyakit kanker dan diabetes, tapi tidak tertutup kemungkinan juga untuk mereka yang tidak punya faktor genetik penyakit tersebut, karena faktor stress tinggi juga bisa menimbulkan penyakit ini. Artikel dari harian Pelita yang saya baca juga presentasinya adalah 1% dari penduduk di Indonesia. Yang menyedihkan lagi, dari penelitian salah satu makalah yang saya baca, dibanding ganguan abnormallitas psikis lainnya, penyakit ini relatifyang paling sedikit sembuh dan meninggal, (pantas mba' Lin sendiri selalu bilang kalau dia mengidap penyakit Jiwa- awalnya saya fikir dia bercanda). Kalau baca kajian Ilmiahnya cukup pusing bagi saya, karena memang bukan bidang saya, mengenai syaraf yang ada diotak kalau mau tahu lebih lanjut klik aja di
sini Mengerikan iya, bagi saya penyakit ini cukup mengerikan, merusak emosi melalui jaringan syaraf otak. Mengetahui Mba' Lin mengidap penyakit ini pun membuat saya jadi berhati-hati terhadapnya, saya takut kalau saya salah bicara atau memperlakuakn dia dia malah akan kambuh. karena teman saya pernah mendadak disuguhi wajah tersinggung beliau karena tertawa cekikikkan di dekatnya. Tapi sejauh yang saya tahu dan teman2 juga ngak pernah membicarakan kalau dia pernah ngamuk, jadi saya ambil kesimpulan sendiri kalau dia tidak terlalu parah. tapi cukup menyedihkan. Yang paling parah menurut saya adalah ketika dia membakar nyaris seluruh novelnya. karena dia berfikir kalau karena novelnya lah penyakitnya berawal, padahal dia sendiri yang pernah bercerita ke mba' Fit sahabatnya kalau salah satu anggota keluarganya ada yang mengidap penyakit tersebut.
Sepertinya segini dulu mungkin tulisan ini akan saya sambung dilain waktu.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home