Tuesday, August 15, 2006

-065. On This Monday

Sekarang novel Kamar Cewek dah ada. Saya beli senin kemarin, setelah secara tidak sengaja ketika saya membuka account FS dan melihat pengumuman di Buletin Board yang menyatakan kalau Novel Kamar Cewek dah keluar. Sebenarnya saya buka account saya waktu itu karena ada pesan dari seorang teman, setelah notifier Gmail saya memberitahukan. Frustasi dengan HP benar2 memakan energi, rencana nomat juga ngak jadi, daripada saya sebal ngak berujung mending cari hiburan lain, dan terdamparlah akhirnya di toko buku. Beberapa buku membuat saya tergoda, ada buku tentang penderita schizopheria, dan beberapa buku baru yang mengoda, tapi ternyata pilihan saya sulit untuk di ubah, dan terbelilah buku ini. Sebelum dijadikan buku, saya adalah pengemar blog dengan nama yang sama, teman saya Uni juga langsung menyukai situs blog ini. Dia sama antusiasnya dengan saya ketika saya beritahu kalau novelnya sudah ada dan beredar.
Di hari senin ini juga, mendadak saya jadi begitu kreatif, saya bikin 3 postingan sekaligus, 1 panjang banget, sedang sisanya adalah buah kekesalan saya. Bicara tentang tekanan dan kreativitas, saya jadi ingat kata seorang pembica dalam training 3 minggu lalu, Kita dapat melakukan hal yang luar biasa di bawah sadar kita bila sedang tertekan. Saya fikir2 bener juga sich, buktinya tari saman yang pas latihan ada aja salahnya yang ngaco2, tapi pas di pentas... wow... almost perfect, klo ada salah juga ngak parah seperti pas latihan. Contoh lain, pas Uni patah hati, banyak banget puisinya yang dihasilkan, hmmm Mpok juga tuch pas lagi gengsi abes ma si Aa,dia bisa bikin postingan di blog yang lucu & klo menurut saya dan Uni keren, walau akhirnya di hapus... (walau diprotes saya, Uni & teteh si Mpok tetep ngapus tuch postingan :( ).
Hehehe.. depresi yang berarti negatif ternyata ngak selamanya menghasilkan sesuatu yang negatif, asal penyalurannya positif.
Seperti saya hari ini, depresi, menghasilkan dua postingan, dan menguntungkan produsen buku juga supir angkot yang jarang2 saya pulang naik angkot jurusan depok :P
Maksud loe... *Mba' Tanti mode on ;)

Monday, August 14, 2006

-064. Princes Wanna Be (beg)

Tanpa sadar sudah 10 menit Sandra mematung diantara rak mainan anak2, tangannya memegang kotak permainan monopoli, sedang matanya fokus ke satu anak yang sedang merengek minta dibelikan boneka barbie serial putri-putrian.
"Bo, plizz jadi mo dibeli ngak tuch monopolinya? kok malah bengong." Irina menepuk pelan pundak Sandra, dengan gemas. Kotak setrikaan, antena tv, mouse pad tampak sudah ada dalam keranjang belanjaan Irina.
"Hah.. oh, dah selesai Na? eh, gw cuma mo liat aja, kali aja ada games untuk tambahan ngajar." Sandra gelagapan.
"Liat apa sich San? Ada yang mo loe beli ngak?" Irina mencoba mengikuti arah pandang Sandra, sementara Sandra mengeleng dan menarik halus tangan Irina.
"Keknya ngak ada Na, dah yuk pulang aja, dah kesorean nich. Katanya ada janji." Kini giliran Sandra yang menepuk pundak Irina. Irina masih penasaran, apa sich yang Sandra perhatikan dari tadi.
"Bo, liat apa sich loe?" Sandra mengelengkan kepalanya, Irina trus menyenggol2kan badannya ke arah Sandra dengan muka penuh tanya, sampai Sandra menunjukkan muka sebal.
Irina menghentikan aksinya dan mencibir sebal. Sandra hanya diam, dan fikirannya mulai melancong ketempat lain. "Cinderella syndrome" gumamnya dalam hati. Antara gemas, sebal dan perasaan lainnya campur aduk. Memberikan cerita dongeng nan indah pada gadis-gadis kecil itu memang bukan hal yang salah, tapi kalau nanti malah mempengaruhi pola fikir mereka, menjadi pemimpi yang merasa kalau mereka adalah seorang putri yang suatu saat akan dijemput pangeran tampan nan perfect, dan hal itu terbawa hingga dewasa.
"Woi, ngak asik banget nich, mikirin apaan sich?" Kedua kalinya Irina menginterupsi fikiran Sandra yang sedang berdebat sendiri. Lagi-lagi Sandra hanya tersentak kaget sebentar, senyum dan menarik tangan Irina yang mendadak mogok.
"Ngak cuma ngeliat anak kecil tadi, semoga ngak ketularan "cinderella syndrome" aja." Sandra buka mulut juga akhirnya, tapi Irina justru mengernyit tidak mengerti. "Ya, kalau dipikir2 lama2, Zy, mungkin gw juga kali atw loe juga Na kena syndrome itu tuch, cinderella yach, ngerasa seperti princes wanna be gitu dech." Irina makin menambah kerutan didahinya tampak semakin bingung dia. "Tuh kan, makanya gw males ngomong, soalnya yang ada diotak gw suka ribet gitu dan malah kek yang udah2, lama banget gw harus jelasin atu2 ma lo, ih males banget dech."
"Maksud loe?" Muka Irina nampak kesal sekarang. "Ih sebel dech, huh mampir ke foodcort aja kali, loe harus jelasin sekarang."
"Na, plis dech bukannya loe dah janji ma bokap ngak pulang malem? lagi pula Non, gw dah janji ma nyokap di supermarket deket rumah, 1 jam an lagi." Sandra memohon dan memeluk bahu Irina. "Besok aja di kantor kita chat lagi oke?"
"Nanti malem aja, loe gw telpon ya bo." Seperti biasa, Irina penasaran dan terlihat jelas dari matanya yang membulat. Sandra hanya mengangguk pasrah. Sampai di depan pintu pusat perbelanjaan tersebut mereka berpisah.
Princes wanna be, ngak salah sich, itukan maunya hampir seluruh perempuan di dunia ini. Dicintai dengan tulus, dihargai dan disayang, di dan di di lainnya yang maunya perempuan dech. Tapi kalau princes wanna be nya hanya untuk seorang pangeran durjana gimana? Iya, kalo maunya menjadi permaisuri untuk seorang pangeran yang sebenernya ngak pantes disebut pangeran gimana? dan parahnya karena sudah mencap tuh pangeran adalah cintanya apa ngak kacau. Mimpi Zy untuk selalu ada di hati Diwang aja dah ngak bener, jelas2 Diwang sering bikin dia nangis. Sampai hari ini pun Zy masih membandingkan Fitrah yang sudah hampir 3 bulanan ini jalan bersamanya dengan Diwang. Mencela semua pria yang selalu ada kurangnya, tapi toch memang manusia kan ngak ada yang sempurna. Terlalu banyak nonton film berbau drama dan terbiasa dengan dongeng putri ternyata sama sekali ngak mendidik kalau ngak punya filter. Jadi siapa yang salah? Huh... Sandra mengerutu sendiri dan membenamkan kepalanya dibantal, sembari berdo'a semoga Irina tidak jadi menelphonenya malam ini.

-063. What a fool

Feel, like afool now. Seems everything so unfair. Though that i don't wanna like this but i do nothing for myself. Just sitting see them and hate them. suppose not like that, but what I can do??? I've to do something but I don't have any power to prove or make it something. How it can be like this God.

I don't wanna being one of those fools. I hate being like this, this is not me. Can't enjoy my self anymore. I have to believe that God will show His way to take me to the better place or maybe best post.

Sunday, August 13, 2006

-062.

Namanya Jojo Surojo. Jangan tanya seberapa besar PD (percaya Diri) yang dia punya, karena PD nya ngak akan pernah habis, justru setiap hari kelewat bertambah. Saking PDnya dia suka menganggap enteng semua pekerjaan yang ada. Si Surojo pikir dia bisa menaklukan semua orang, perempuan, bos, bahkan dia bisa menginjak2 anak buah sesukanya. Surojo tidak pernah memikirkan perasaan orang lain, yang ia tahu hanya perasaannya saja. Sudah sering kali si Surojo kesandung akibat ulah sendiri, tapi bukan Surojo klo ngak bisa recovery dengan cepat. Dia tidak peduli sebanyak apa musuh yang akan dia punya, yang penting posisinya dia di atas para musuh. Klo terjepit, dia selalu mencari selah untuk membalas, seltelah lolos.
Jojo Surojo, yang sombong apakah dia lupa kalau Tuhan selalu mengawasinya, tidak takutkah dia dibalas atas segala kesewenang2annya. Mulut manis dan jilatan yang sering ia buat belum menjamin keselamatan bukan. Dia fikir dia cukup bisa dihargai, karena mengerjakan sebegitu banyak pekerjaan yang seharusnya dikerjakan orang lain.
Jojo Surojo tidak suka bila ada yang memandang rendah dirinya, bahkan sebelah mata sekalipun, karena ia selalu ingin di puji dan dipuja. Tapi yang sering ia lakuakn adalah sesuatu yang tidak ia sukai termasuk meremehkan orang dan memandang rendah orang, dia lupa kalau keadaan bisa berbalik (Tuhan tidak pernah tidur man!). Jojo Surojo tidak suka di bantah, ia senang semua orang tergantung padanya. Dendam adalah hiasan hati Jojo
Jojo kasihan sekali dia. Tapi mari kita lihat Jojo setahun mendatang.

Sekian perkenalan dengan tokoh antagonis baru Jojo surojo yang menyebalkan.

-061. HP yang bikin Frustasi.

Akhirnya setelah lama mengidam2kan ingin punya HP jenis CDMA, kesampaian juga. Uni berbaik hati mau mengantarkan saya membeli HP ini. Tapi sumpah, nyesel ngak nyesel, HP ini bener2 bikin saya frustasi. Sulit sekali sms dengan HP ini, blom lagi manual yang sama sekali ngak bantu. Nyeselnya saya, bodoh sekali masih tertipu dan mau membeli barang yang ngak jelas, padahal lebih enak kalau beli sedikit mahal tapi puas dan ngak bikin frustasi kek gini.
Hari ini saya sudah mengeluh puluhan kali sepertinya sama Uni. Merengek minta dikembalikan saja. Padahal awalnya saya bertekat untuk ngak putus asa, tapi kini saya bener2 frustasi. Saya ngak kepengen cuma karena gadget ini saya stres.
Heh, sampai detik ini saya masih bingung, mo dikembalikan atau tetap di keep, paling ngak setahunan dech.. (hiks, tapi saya ngak yakin benda ini bisa bertahan sampai segitu lama).
Uni terkekeh sembari prihatin tapi bisa apa dia, huh.... sebal... sebal... sebal... sebal...
Oh ya yang bikin saya frustasi adalah, Batere cepet banget drop, masa saban hari harus di charge.. alah mak. Belum lagi menu sms yang susah banget (duh sumpah keknya saya ngak gatek2 amat) sampe2 mau nangis saya gara2 sms ngak pernah nyampe.
Huhuhu... ni HP mo diapain yach... keknya harus dibalikin aja kali... :(

Thursday, August 10, 2006

-059. The winner is....





Hehehehe.. boleh donk narcis dikit....
inilah pemenang lomba kreasi kampung KB 04 Aug 2006

-058. Mendadak

Klik...klik..klik... setelah kenyang acara sarapan bareng2 dikantor setelah menang lomba kreasi, saya iseng membuka file pribadi dikantor. 'klik' ternyata ada photo tahun 2001 dan ada photo 'dia' juga. Tiba2 saja jadi kangen. Entah apa kabarnya, apakah dia sudah menikah? tinggal dimana dia sekarang? bagaimana kehidupannya kini? berjuta pertanyaan muncul di dalam otak dan benak saya.
Sepertinya tamu bulanan saya akan datang. Mendadak saya jadi kesal sendiri, mendadak saya jadi melo. Sebenarnya sejak awal minggu ini perasaan ini muncul, semenjak saya mengantar teman saya ke duta swara sabang, melihat sederet lagu jazz, mengingatkan saya padanya, lagu dewa dari mp3 teman saya juga mengusik saya, dan terakhir adalah adalah photo.
Dulu saya pernah berdo'a agar saya tidak usah melihatnya lagi, agar saya dapat melangkah dengan mudah dan memulai hal baru dengan yang lain. Tapi nyatanya, kini saya benar2 kehilangan dia. Kalaupun bertemu mungkin sudah tidak seperti dulu, mungkin... sudah lah....
Baiklah, harusnya setelah menang dengan tari saman minggu kemarin saya harusnya bahagia. Lagipula besok sudah ada beberapa kegiatan yang menunggu. Seminar dan nge-mall bareng Uni.
Semoga kamu selalu berbahagia, dan tetap mengingat saya sebagai teman terbaikmu.
5 huruf yang memang sepertinya selalu tidak dapat terlontar dari mulut kamu dan saya, sebab kita hanyalah teman, sahabat. Miss U my dearest friend....

Wednesday, August 09, 2006

-057. Want vs Need

Want dan need, waktu saya kuliah, salah satu dosen saya pernah mengulas ini, untuk masalah jual beli, ketika saya belajar mengenai pasar. Jadi penjualan terjadi karena adanya keinnginan yang sama, keinginan dan kebutuhan itu berbeda... bla..bla..bla..

Ketika kita ingin, tapi kemampuan ngak ada, maka kita tidak akan terlalu memaksa, lain halnya ketika kita butuh.
Want and Need menurut saya juga berlaku dalam hubungan saya dengan Allah SWT. Want adalah salah satu bentuk lain dari nafsu. saya boleh saja punya banyak keinginan untuk memenuhi nafsu saya, tapi Allah lebih tahu mana saja yang sebenarnya saya butuhkan. Seringkali orang2 disekeliling saya berkata 'baik menurut saya belum tentu baik menurut Allah.'

Tapi keinginan juga perlu ada, keinginan itu bagaikan mimpi kalau kata teman saya. Kita hidup bukan untuk bermimpi, tapi kita perlu mimpi, untuk itu hasrat (keinginan) juga harus kita punyai. Sementara itu setiap manusia pasti punya kebutuhan, tapi yang tau persis prioritas kebutuhan kita dan bentuknya seperti apa, saya percaya hanya Allah SWT yang tahu.

Sekarang ini saya sedang punya banyak keinginan, tapi apakah semua keinginan saya itu bisa terwujud... yach tinggal usaha saja. Siapa tahu keinginan dan mimpi saya ini ternyata merupakan salah satu hal yang saya butuhkan juga...:P
Kemarin saya mencoba me-list semua keinginan saya dalam diary tua yang sudah lama tidak saya tulisi. Dan saya akan mereview keinginan saya itu suatu saat. Bisakah saya mewujudkan keinginan saya, dengan usaha dan kebaikan Dia (Allah).

Monday, August 07, 2006

-056. problem

a Chit-chat in the restroom is kind a habit for me and my ladies friend in office... seems like a place for gossipping something, from boss till the celebrity, from something till nothing. What a woman.. :P.
First we talking about the interview in JRP, then we talked about the intervew and about my friend whom being interviewed. Talking about how to handle a problem with their husband... i just listen.. yeah just be agood listener. There's something interesting in my friend sentences. I and my husband, try never to keep a problem till the sunset, never to take a problem when we sleep. Problem have to solved, and don't ever keep them even tiny cause tiny can be huge if you just keep it them.
Ok that's good I think, cause the problem that may usually happen to the couple married or not it's just about the communication. it's not only good for a couple i think... for a boss and the inferior also can be applied. I admited that I rather have a boss that stiff. Tiny Problem may be big and biger and even huge, like me.. and the result is stress, so that writting is oneway for me to get out from the stress. Huh.. it's really suck when you can not said anything in yourmind straight to the person. But I can not either, i've to know about him first, even i really upset and mad i don't wanna that people angry or mad or even hurted by my word. Hard situation and condition that i've to face lately.
Huh.... Live is about choice, dunno when it will be over, but problem never end, when i solved one, others my waiting after that.

-055. It's so complicated

Kalau dibahasa Indonesiain kira-kira artinya sulit, rumit, dan bahasa sejenisnya yang kira2 berarti sama dech. Sering kali saya kalau ditanya satu masalah dan saya ngak ngerti mecahinnya karena takut menyinggung salah satu sisi biasanya saya akan bilang kalimat diatas. wah susah, kalau begitu plus cengiran menjijaikan. Dan kalimat itu sekarang2 ini jadi sering keluar dari mulut saya. Bagi saya kalimat itu lebih aman dan jadi sering saya pakai karena ngak ingin seperti memihak salah satu, baik si penyampai masalah, ataupun orang yang terlibat dalam masalah itu.
Sebelum makan siang, kakak sepupu saya telephone, ia melemparkan satu hal yang saya bingung jawabnya, lagi2 kata2 itu keluar.
Terkadang juga ada masalah yang saya kira mudah, ternyata untuk sepupu saya yang satu ini masalah itu cukup membuat pusing dirinya.
Jadi terkadang 1 hal yang biasa menurut saya belum tentu bagi orang lain, dan rumit bagi saya belum tentu bagi orang lain, karena memang dasarnya manusia kan ngak sama.
Masalah bahagia juga complicated menurut saya. ternyata bahagia menurut saya belum tentu menurut teman saya. Bisa saya ambil contoh dari tulisan saya kemarin. Menurut saya tulisan saya itu happy ending tapi tidak untuk teman saya, dia bilang justru tragis dan sad. Hmm, jadi... yach semua punya takaran masing2 baik si complicated, si bahagia dan lain2. Smua tergantung dari tiap individu kaleeee...

Wednesday, August 02, 2006

-053. Pilihan & Takdir.

Kalimat yang dilontarkan oleh salah seorang teman saya dan mpok ini ternyata cukup mengelitik mpok ini. Bukan sekali ia mencoba mendiskusikan mengenai Takdir dengan saya. dan kalimat teman saya itu merupakan kalimat pembuka dari setiap pembicaraan kami mengenai takdir ini. Sementara saya sendiri juga sempat bertanya2, ketika salah seorang teman ngaji ibu saya datang kerumah dan curhat tentang usahannya menjadikan anaknya polisi, sementara sebagian besar teman ngaji mereka sepertinya mendiskreditkan usaha si ibu ini.
"Nasib orangkan siapa yang tau Bude, asalkan kita Usaha dengan sungguh2, berdo'a, masa iya Allah ngak akan menolong. Yang tau Takdir kita seperti apa kan Allah, tapi nasib meski dah ditentuin Allah juga bisa berubah kalau kita memang usaha terus ya Bude." Ibu saya hanya tersenyum mendengar celoteh ibu ini.
Sementara saya hanya senyum mohon diri setelah menaruh gelas berisi minuman dan sepiring gorengan hangat di meja.
Setau saya hidup ini ngak hanya sekedar nasib dan takdir, tapi hidup juga sebuah pilihan. Sadar atau tidak setiap hari kita melakukan pilihan-pilihan, untuk sampai ketempat kerja, ketika ditempat kerja, dan sebagainya. Setiap tindakan yang kita ambil bagi saya adalah sebuah pilihan, dengan resiko/konsekuensi yang harus kita jalani atas pilihan tersebut selanjutnya. Ada harga dari setiap pilihan yang kita ambil, ada resiko, ada tanggung jawab dan biasanya setelah pilihan pertama, maka ada hal2 yang harus kita pilih untuk selanjutnya.
Pilihan dan Takdir adalah sesuatu yang jelas berbeda, bahkan nasib pun bagi saya bukan takdir. Bagi saya takdir adalah sesuatu yang telah Allah gariskan untuk setiap manusia semenjak ia lahir, rizky, mati dan jodoh. Tak ada yang tahu takdir saya kecuali Allah, bahkan jodoh sekalipun. Tapi dalam menjalankan semuanya hingga ke garis yang telah Allah tetapkan ada proses disana ada pilihan disana dan itu kita yang menentukan sendiri. Bahkan ketika saya dekat atau bahkan menikah pada akhirnya dengan seseorang, maka semuanya adalah pilihan yang saya buat dan semuanya atas bantuan-Nya.
Allah memberi saya otak untuk berfikir, hati untuk berempati dan bersimpati, mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, jadi apa saya harus langsung pasrah saja pada takdir, sementara saya sendiri tidak tahu persis apa takdir saya. Saya percaya Allah selalu menyediakan pilihan beserta masalahnya dan juga pemecahannya.
Jadi begitu Mpok kalau menurut saya, itu memang hak dia untuk bilang kalau itu takdirnya dia, tapi siapa yang tau takdirnya dia kecuali Tuhan, yang terpenting adalah usaha semaksimal mungkin dan terus berdoa.