Thursday, May 11, 2006

-034. Rumah Sakit oh Rumah Sakit

Pernah nonton republik BBM? Program acara milik Indosiar, setiap senin jam 22.00 WIB. topik minggu depan adalah Orang sakit ngak boleh miskin, orang miskin ngak boleh sakit kurang lebih seperti itu. Mengungah ingatan saya pada kasus kecelakaan yang menimpa sepupu saya beberapa hari yang lalu. Ketika itu motor yang dikendarai sepupu saya itu ngak terkontrol & menabrak pot beton dijalanan sekitar daerah kemayoran. Hasilnya daging yang ada di daerah atas betisnya entah robek atau gimana pokoknya saat itu dia harus dibawa kerumah sakit & langsung ditangani. Aparat yang saat itu ada disekitar lokasi, untungnya bertindak dengan cepat & bu'de juga pa' de saya langsung ke rs terdekat dimana sepupu saya dibawa, beserta dengan temanya (ternyata ada seorang teman perempuannya yang membonceng- kondisinya seperti kebanyakan kecelakaan motor lebih parah, karena kakinya patah). Pa' De saya yang sampai lebih dulu beserta mantunya(karena langsung dari toko) langsung disuruh kebagian adm untuk melakukan pembayaran, kalau ingin sepupu saya segera ditangani. malam2 jam 09 lewat, hari sabtu pula, diminta uang sekitar 7 jutaan sebagai depe untuk operasi, karena ternyata luka saudara saya itu dekat dengan urat, bahaya kalau kelamaan (menurut dr.) bahaya. Pa' De saya mana tahan melihat anaknya menangis kesakitan tapi saat itu dia tidak memegang uang cash sebanyak itu, begitu juga mantu. Ada uang tapi di Bank dan memang dengan sengaja kedua orang tua sepupu saya itu tidak membuat atm untuk rekening tersebut. lagipula kalau harus cari atm buang waktu, tapi alhamdulilah ada uang sekitar 1 jt-an yang tidak sengaja dibawa oleh ayahnya dan dengan nego yang alot akhirnya mereka mau menangani saudara saya dengan surat jaminan bahwa bu'de & pa'de saya akan membayar 70% dari total biaya keseluruhanya besok pagi sebelum jam 10.
Saya hanya tercenung mendengar cerita kakaknya (santi), yang pagi2 sudah heboh berkeliling untuk mengambil tabungannya di ATM. Gimana kalau mereka orang yang ngak punya trus kecelakaan, kan bukan salah mereka kalau orang2 sekitar yang mengevakuasi mereka menaruh mereka di rs mahal kek gitu. Masa harus nanya dulu sama yg kecelekaan kamu punya uang ngak u biaya rs nah iya klo dia masih sadar klo pingsan? saya cuma ngak habis fikir. Sebegitu komersialkah rs sekarang ini. Pasti kisah Sayekti & Hanafi masih akan terus ada disekitar kita. Balik lagi ke Republik BBM yang mengusung topik itu, sepertinya nyaris benar tagline yang diambil untuk membahas ini. Jadi ingat celetukan ibu saya beberapa waktu lalu daripada bagi2in uang 300rb yang ngak jelas itu & banyak makan korban. kenapa ngak untuk ngasih jaminan untuk kesehatan masyarakat ngak mampu aja sich. Heh... entah lah, mana yang lebih baik, setelah melihat di berita2 dan kini hal itu ada di depan mata saya terjadi pada saudara dekat saya. untung mereka punya financial yang baik. tapi bagaimana dengan yang lain? benar-benar ngak ada yang gratis sekarang ini.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home