-041. Very...very...Long...Weekend
Klik, klik, klik, dah lama ngak browsing internet, untuk liat2 situs games dan bahasa Ingris untuk Anak2.
Kenapa Yach? entah lah tiba2 saja kangen ngajar anak2 lagi, hm... atau mungkin karena telphon dari Mba' Zya kemarin?
Libur 4 hari tanpa rencana kecuali jum'at mau ke pameran buku plus nonton. Akhirnya seperti biasa mengeluarkan novel yang belum dibaca, mendengarkan radio, dan tidur :P tapi belum juga terlaksana semua, sejumlah anak kecil mengetuk pintu kamar saya beberapa kali, terdengar juga suara ibu saya dari depan dan mereka juga beberapa kali memanggil nama kecil saya.
hei ada apa nich... kok tumben mainnya jauh banget sampai ke sini. Akhirnya dengan langkah berat saya membuka pintu kamar naik apa kalian? mereka tertawa dan menunjuk kedepan rumah saya, sementara saya melihat kedepan ibu saya membuatkan syrup untuk tamu2 kecil ini. Heh.... saya jadi ingat games dan materi yang masih saya simpan di PC kantor.kenapa mereka ngak ngasih tau dulu sich saya mengerutu dalam hati, saya tau mereka datang mau belajar bahasa inggris seperti dulu.
Saya mulai mengeluarkan se plastik besar mainan, dari mulai puzzle gambar sampai huruf saya suruh mereka pilih mau main yang mana. kok ngak bilang2 sich Feb kalu mau ke sini. Mereka hanya tertawa dan menjawab panjang lebar kok malah cerita... saya tertawa. Oh iya saya ingat beberapa materi sisa photocopy yang dulu masih sisa.
Akhirnya setelah mereka bosan mewarnai dan mengeja, akhirnya mau juga pulang. hah.. lumayan dari jam 8an sampai hampir jam 12. Kalau mau dateng lagi jangan besok yach. Mba Yan mau pergi, sabtu atau minggu aja yach. akhirnya mereka pulang... berarti bisa istirahat lagi..... besoknya di jam yang lebih pagi, mereka membuat saya lebih terkejut, mereka datang dalam jumlah yang lebih banyak... gosh... antara kaget dan tidak yang jelas ngak siap iya. saya sms mpok dan memberitahu kalau saya telat, karena anak2 ini disuruh pulang jam 10an sepertinya keberatan. Akhirnya selesai juga jam 10.30, dan mereka janji akan kembali ke rumah saya besok. Senang memang bisa ngajar anak2 meski kadang sebal juga kalau mereka sudah mulai ngambek. Tapi justru itu yang bikin saya selalu kangen mengajar mereka. Ternyata kangen saya terobati, meski saya percaya belum tentu sabtu mereka akan datang. Tapi mengajar malah jadi seperti kepuasan sendiri bagi saya. Meski teman2 saya selalu bilang dan meragukan kemampuan mereka sendiri untuk mengajar, tapi saya percaya semua bisa melakukannnya, asal ikhlas dan memang senang.
Jadi kembali mengingat pertama kali menghandle mereka, antara gemas dan tidak sabaran memang, tapi sejak bergabung di suatu tempat di tebet beberapa tahun silam, saya mulai menikmati kepolosan, kelucuan dan kenakalan mereka, tapi kejujuran dan kepolosan mereka lah yang benar2 membuat saya kangen. Jadi ingat gadis kecil tomboy bersama 4 kawan lelakinya. Anak yang ngak pernah saya lupakan, seperti lelaki, karena selalu sekelas dengan anak lelaki. Kangen tebak2an konyol mereka dan suara derak roda kursi di ruang tunggu yang biasa mereka buat untuk bermain sembari menunggu kelas dimulai atau jemputan yang belum datang.
Lagi...lagi... semua terasa ngangenin dan berharga kalau dah ngak ada. Miss you all my little friends. Paling ngak liburan 4 hari ini ngak sia2, meski tanpa rencana, tapi toh menyenangkan juga.
Kenapa Yach? entah lah tiba2 saja kangen ngajar anak2 lagi, hm... atau mungkin karena telphon dari Mba' Zya kemarin?
Libur 4 hari tanpa rencana kecuali jum'at mau ke pameran buku plus nonton. Akhirnya seperti biasa mengeluarkan novel yang belum dibaca, mendengarkan radio, dan tidur :P tapi belum juga terlaksana semua, sejumlah anak kecil mengetuk pintu kamar saya beberapa kali, terdengar juga suara ibu saya dari depan dan mereka juga beberapa kali memanggil nama kecil saya.
hei ada apa nich... kok tumben mainnya jauh banget sampai ke sini. Akhirnya dengan langkah berat saya membuka pintu kamar naik apa kalian? mereka tertawa dan menunjuk kedepan rumah saya, sementara saya melihat kedepan ibu saya membuatkan syrup untuk tamu2 kecil ini. Heh.... saya jadi ingat games dan materi yang masih saya simpan di PC kantor.kenapa mereka ngak ngasih tau dulu sich saya mengerutu dalam hati, saya tau mereka datang mau belajar bahasa inggris seperti dulu.
Saya mulai mengeluarkan se plastik besar mainan, dari mulai puzzle gambar sampai huruf saya suruh mereka pilih mau main yang mana. kok ngak bilang2 sich Feb kalu mau ke sini. Mereka hanya tertawa dan menjawab panjang lebar kok malah cerita... saya tertawa. Oh iya saya ingat beberapa materi sisa photocopy yang dulu masih sisa.
Akhirnya setelah mereka bosan mewarnai dan mengeja, akhirnya mau juga pulang. hah.. lumayan dari jam 8an sampai hampir jam 12. Kalau mau dateng lagi jangan besok yach. Mba Yan mau pergi, sabtu atau minggu aja yach. akhirnya mereka pulang... berarti bisa istirahat lagi..... besoknya di jam yang lebih pagi, mereka membuat saya lebih terkejut, mereka datang dalam jumlah yang lebih banyak... gosh... antara kaget dan tidak yang jelas ngak siap iya. saya sms mpok dan memberitahu kalau saya telat, karena anak2 ini disuruh pulang jam 10an sepertinya keberatan. Akhirnya selesai juga jam 10.30, dan mereka janji akan kembali ke rumah saya besok. Senang memang bisa ngajar anak2 meski kadang sebal juga kalau mereka sudah mulai ngambek. Tapi justru itu yang bikin saya selalu kangen mengajar mereka. Ternyata kangen saya terobati, meski saya percaya belum tentu sabtu mereka akan datang. Tapi mengajar malah jadi seperti kepuasan sendiri bagi saya. Meski teman2 saya selalu bilang dan meragukan kemampuan mereka sendiri untuk mengajar, tapi saya percaya semua bisa melakukannnya, asal ikhlas dan memang senang.
Jadi kembali mengingat pertama kali menghandle mereka, antara gemas dan tidak sabaran memang, tapi sejak bergabung di suatu tempat di tebet beberapa tahun silam, saya mulai menikmati kepolosan, kelucuan dan kenakalan mereka, tapi kejujuran dan kepolosan mereka lah yang benar2 membuat saya kangen. Jadi ingat gadis kecil tomboy bersama 4 kawan lelakinya. Anak yang ngak pernah saya lupakan, seperti lelaki, karena selalu sekelas dengan anak lelaki. Kangen tebak2an konyol mereka dan suara derak roda kursi di ruang tunggu yang biasa mereka buat untuk bermain sembari menunggu kelas dimulai atau jemputan yang belum datang.
Lagi...lagi... semua terasa ngangenin dan berharga kalau dah ngak ada. Miss you all my little friends. Paling ngak liburan 4 hari ini ngak sia2, meski tanpa rencana, tapi toh menyenangkan juga.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home