Sunday, May 21, 2006

-039 Teman & Belajar

Teman, saya mencoba mencari arti kata ini di internet, tapi terlalu banyak dan terlalu pusing untuk dicerna satu persatu. Entahlah saya merasa selalu saja memiliki siklus aneh, BOSAN. Kejadian di hari sabtu sepertinya membuat saya benar2 jengah dan letih, apa ini yang namanya teman? Senin ini jadi menyebalkan, kepala saya sakit entah mengapa. Klik, klik,klik, saya buka link blog ke teman saya, heh, blum ada yang baru, klik ke link yang ada di sana di blog ini saya dapat satu tulisan yang mengugah saya. Judulnya saya belajar, semoga orangnya ngak marah kalau saya cuplik karyanya sebelum dia bilang iya (saya ijin lewat coment aja), maaf yach abis tulisannya kena banget disaya.

Bagi saya hidup memang belajar. Belajar dalam dunia nyata. Kalau mau lihat lengkapnya tulisan si Abu Nawas (begitu dia menulis namanya) bisa klik di sini, karena saya hanya mencuplik saja mengambil yang pantas dan seharusnya saya sadari.

saya belajar,
Bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat,
justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali serta orang yang begitu perhatian pada saya...
Saya pernah mengalami hal ini, tapi saya ngak pernah mengangap kalau orang iini jahat, hanya menyebalkan, yach harusnya kata jahat diganti dengan menyebalkan. Ketika orang yang menyebut dirinya teman, meninggalkan saya dan memilih jalan aman, maka orang yang menyebalkan ini yang mau menolong saya, mengulurkan tangannya dan menawarkan sebentuk pertolongan yang sangat berarti untuk saya. Semenjak saat itu saya belajar untuk tidak membenci atau menjudge orang seenaknya.

Saya belajar,
Bahwa sebaik-baiknya pasangan teman/sahabat itu,
mereka pasti pernah melukai perasaan saya,
dan untuk itu saya harus memaafkannya...
Saya belajar,
Bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain...
Kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus-menerus..

Kata pasangan saya ganti dengan teman/sahabat. Karena post saya kali ini mengenai mereka. Ya harusnya saya sudah belajar, dan kebal akan hal ini, ternyata saya masih sering merasa dilukai oleh mereka. Munkin mereka tidak sadar dan tidak tahu kalau sikap mereka kerap melukai saya, tapi apa itu salah mereka, heh... saya kalau ada rapor mungkin nilai saya merah untuk ke-2 pelajaran diatas. Saya memang harus lebih banyak belajar untuk dua hal diatas.

Saya belajar,
Bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda,
tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda..

Saya belajar,
Bahwa saya harus memilih,
apakah menguasai sikap dan emosi,
atau sikap dan emosi yang menguasai diri saya...
Saya belajar,
Bahwa saya punya hak untuk marah,
tapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis...

Dalam berhubungan baik teman atau apapun namanya, belajar hal pertama adalah wajib, ketika saya menolak untuk belajar hal tersebut maka akibatnya adalah perselisihan pendapat yang akibatnya saling menyakiti. Dan untuk teman2 saya yang tidak setuju dengan pendapat saya dan merasa tersinggung terlebih lagi karena kejadian plakat di hari sabtu itu saya minta maaf. Karena sampai saat ini nilai saya dalam belajar menguasai emosi masih sangat rendah, sehingga sikap saya jadi tidak terkendali, kalau dibilang tidak mau kalah. Dan harusnya saya lebih belajar untuk hal itu, sehingga meskipun saya punya hak marah, jelas saya yang dirugikan oleh mereka, harusnya saya bisa tetap tenang dan ngak nyolot, sehingga tidak perlu ada perdebatan diangkot, tidak ada sms yang menyakitkan. Tapi toh smua sudah terjadi. Hati saya terlalu keras untuk dicairkan. Hingga pilihan untuk diam selalu saya pilih, bicara secukupnya dan menghindari mereka beberapa saat, hingga saya bisa menguasai diri saya sendiri. Seharusnya Angkuh & Sombong itu Hanya milik Allah, meski saya ngak merasa begitu, tapi saya takut orang2 menyangka saya begitu. Maaf untuk terakhir kali, saya sama sekali ngak bermaksud untuk menyakiti kalian belajar Ikhlas dan Memaafkan memang ngak akan pernah tuntas untuk saya.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home