Sunday, May 28, 2006

-042. Condolence for Yogya

Sabtu Pagi, 27 Mei 2006, jam 5.55, Yogya di guncang Gempa berkekuatan 5.9 skala Richter. Korban jiwa berjatuhan. Saya Turut Berduka Cita dan Berbela Sungkawa untuk seluruh masyarakat yang terkena Musibah disana.
Sedih jelas sedih, karena keluarga dari Ibu saya juga banyak tinggal disana. Kepanikan juga mewarnai rumah orang tua saya, karena kakak beliau tidak bisa dihubungi, baik telphone rumah, maupun HP seluruh anggota keluarganya. Ibu saya juga mencoba menelphone kakaknya yang di solo, namun nada sibuk saja yang terus terdengar di line telephone, sampai akhirnya tersambung, Di solo smua baik2 saja, hanya getarannya memang cukup kuat, Kalu di Jogya Kaca Rumah hampir seluruhnya pecah, dan dinding juga banyak yang retak (pantas, soalnya mandala krida yang letaknya ngak terlalu jauh saja hancur gitu) tapi Alhamdulillah mereka selamat semua. Tapi kabar dari Sleman, Depok dan Purwokerto, tempat pesantren adik saya blum ada kabar & ngak bisa dihubungi. Ibu saya mencoba sampai menyerah dengan sendirinya. Akhirnya minggu pagi Ibu saya mencoba mencari berita lagi dengan menelphone ke Solo. Alhamdulilah, meski Rumah rusak tapi semua selamat di Sleman, rumah atapnya hancur & tetangga kanan kiri sudah rata dengan tanah, Tapi adik saya tetap tidak bisa dihubungi, hingga akhirnya setelah jam 10 pagi akhirnya dia yang telphone ke rumah. alhamdulillah Kak, tapi dari sini Merapi kelihatan ngeluarin kayak asep gitu banyak banget Kak, Tapi insyaallah jauh sich, tapi masih bisa kelihatan sich. Ngak usah khawatir insyaallah baik2 aja. bla...bla...bla percakapan kurang lebih 5 menit selesai klik.
Alhamdulillah smua selamat, meski kondisi mereka sendiri blom jelas banget, Saya melihat mata ibu saya kadang berkaca2 kalau sedang menonton berita di Televisi.
Semoga para korban bisa tabah dan keluar dari trauma. Allah hanya Kau yang Maha Tahu batas kemampuan hambaMu dalam menerima stiap ujian yang Kau berikan. Bukankah janji Allah selalu benar.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home