Wednesday, June 07, 2006

-045. Fitnah

"Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan."
Orang2 sering bilang seperti itu, makanya sebisa mungkin saya menghindari yang namanya fitnah, tapi apa beda fitnah dengan gosip? hmm... mungkin gosip bahasa keren masa kini kali yach... atau ada yang tau dimana bedanya?...tapi kadang saya juga suka gosip tapi bukan tentang saya tentunya :P.
Saya Jadi ingat kejadian hampir setahun yang lalu, ya kurang lebih. Ketika saya dekat dengan seseorang yang baik dan begitu perhatian terhadap saya. Saya mengangapnya teman baik saya selain teman2 saya yang lain tentunya. Kami dekat karena punya 1 project sosial dan tujuan yang sama.Hingga akhirnya saya merasa tidak nyaman dan memutuskan untuk mengurangi bahkan tidak berhubungan dengan orang ini. Terlebih ketika saya merasakan tatapan mata yang lain dari orang2 disekeliling saya, ketika saya ada janji untuk membahas project kami atau sekedar menitipkan buku yang dia minta. Pernah juga murid2 kecil saya berceloteh tentang dia yang menanyakan saya. Juga sikapnya yang kian hari menurut saya terlalu berlebihan, karena diakan sudah punya seseorang yang mendampinginya, dan mereka juga sudah dikat oleh lembaga pernikahan. Untuk itu saya memilih menjauh dan menghindar dari orang ini untuk menghindari fitnah tentu saja. Karena kalau fitnah muncul bukan saja orang2 yang bergunjing tidak benar yang dosa, tapi juga saya, karena memicu mereka untuk membicarakan hal yang salah. Fitnah sesuatu yang sensitif. Saya jadi sangat2 jarang bertemu saat itu hanya saja sms dan telephone masih terus berjalan. Tapi dengan pasti saya mulai jarang dan nyaris tidak pernah membalas sms ataupun pernah saya tidak angkat telephonenya kebetulan saat itu saya sedang bersama atasan saya membahas sesuatu, dia jadi orang yang saya hindari saat itu. Tapi semua sudah lewat, hanya saja ada satu smsnya yang menganggu, dia merequest lagu ini untuk saya....
Ketika engkau datang ...dibalik senyuman indah kau jadikan seakan nyata seolah kau belahan jiwa meskipun takmungkin lagi ntuk menjadi pasanganku namun ku yakini cinta kau kekasih hati....
Akhinya saya bisa mendengarkan keseluruhan lagu. Terimakasih telah menjadikan saya kekasih hati, tapi saya lebih senang kalau dianggap hanya sebagai sahabat terbaiknya. Saya tidak mau karena salah tafsirnya ada orang yang sakit hati pada saya. Saya harap dia mengerti dan akhirnya project itu berhenti ditengah jalan. Tapi saya lega ternyata langkah yang saya ambil benar. Meski rasanya ngak fair untuk dia, tapi paling tidak menghindari sesuatu yang akan jadi fitnah lebih baik, lagian masalah sudah cukup banyak untuk apa ditambah dengan yang ngak penting?
Tinggal satu orang lagi yang saya pertanyakan sikapnya. Meski tidak pernah saya ambil pusing atau terlalu difikirkan, tapi kadang terlintas juga meski akhirnya selalu sekedar jadi hal yang numpang lewat di benak saya.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home