Saturday, September 30, 2006

-085. Hujan

Alhamdulillah, setelah beberapa bulan Jakarta tidak diguyur hujan, akhirnya petang ini, hujan yang cukup deras mulai menguyur tanah yang mengering sejak beberapa bulan ini. Senangnya saya bisamencium bau tanah yang basah ke guyur hujan. Alhamdulillah akhirnya, semoga ini menandakan kalau kemarau akan berakhir.
Hujan mengingatkan saya pada salah seorang teman SMA saya, dia bilang hujan itu romantis, apalagi kalau gerimis. Dari mulai salur–salur air yang tercipta di kaca, kaca mobil terutama, itu romantis banget. Bunyi rintik airnya duh romantis dech. Sampai hari ini saya masih bingung sisi romantis yang dia jelaskan kesaya. Tapi sudah lah, bagi saya asal hujan adalah berkah, meski kadang bisa menimbulkan malapetaka juga. Tapi kalau saja alam dijaga dan tanah ngak semuanya di tutupi dengan cor-cor an beton, mungkin bencana banjir yang menakutkan ngak akan sering-sering terjadi. Tiba-tiba terlintas dalam otak saya, apakah hujan pada akhirnya hanya membawa bencana karena banyaknya manusia serakah dan tamak? Entah lah. Rasanya menyedihkan melihat kemarau panjang dan bayak orang kesulitan air (alhamdulillah saya tidak termasuk dalam kelompok itu). Tapi kalau hujan orang-orang dilanda rasa khawatir akan banjir. Sepertinya sekarang ini terlalu banyak orang pandai sehingga banyak tindakan bodoh yang dianggap satu yang jenius, tanpa memikirkan bagaimana nanti. Manusia memang mahluk yang paling diberkati sekaligus pantas dikutuk.
Heh, capey dech.... masalah seperti itu memang ngak akan pernah ada matinya, Have a lovely weekend anyway :D.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home