Saturday, September 30, 2006

-085. Hujan

Alhamdulillah, setelah beberapa bulan Jakarta tidak diguyur hujan, akhirnya petang ini, hujan yang cukup deras mulai menguyur tanah yang mengering sejak beberapa bulan ini. Senangnya saya bisamencium bau tanah yang basah ke guyur hujan. Alhamdulillah akhirnya, semoga ini menandakan kalau kemarau akan berakhir.
Hujan mengingatkan saya pada salah seorang teman SMA saya, dia bilang hujan itu romantis, apalagi kalau gerimis. Dari mulai salur–salur air yang tercipta di kaca, kaca mobil terutama, itu romantis banget. Bunyi rintik airnya duh romantis dech. Sampai hari ini saya masih bingung sisi romantis yang dia jelaskan kesaya. Tapi sudah lah, bagi saya asal hujan adalah berkah, meski kadang bisa menimbulkan malapetaka juga. Tapi kalau saja alam dijaga dan tanah ngak semuanya di tutupi dengan cor-cor an beton, mungkin bencana banjir yang menakutkan ngak akan sering-sering terjadi. Tiba-tiba terlintas dalam otak saya, apakah hujan pada akhirnya hanya membawa bencana karena banyaknya manusia serakah dan tamak? Entah lah. Rasanya menyedihkan melihat kemarau panjang dan bayak orang kesulitan air (alhamdulillah saya tidak termasuk dalam kelompok itu). Tapi kalau hujan orang-orang dilanda rasa khawatir akan banjir. Sepertinya sekarang ini terlalu banyak orang pandai sehingga banyak tindakan bodoh yang dianggap satu yang jenius, tanpa memikirkan bagaimana nanti. Manusia memang mahluk yang paling diberkati sekaligus pantas dikutuk.
Heh, capey dech.... masalah seperti itu memang ngak akan pernah ada matinya, Have a lovely weekend anyway :D.

Friday, September 29, 2006

-084. PINK, Dian Sastro & Jennifer Aniston

Sebenanya judul diatas, merupakan pecahan cerita sendiri-sendiri dan ngak ada korelasi khusus antara pink, dian sastro (DS) & jennifer aniston (JA).
Pink, tiba-tiba saja saya jadi teringat Uni yang kerap mencela saya karena kostum, tas dan sendal pink yang kerap saya pakai. Awalnya saya sering tertawa senang, karena bisa membuatnya kesal, dengan menunjukkan antusiasme saya terhadap benda2 pink kalau kebetulan kami sedang sama-sama hunting sesuatu di mall. Entah apa alasannya juga dia sepertinya menunjukkan antipati yang sangat dengan warna ini. Saya pernah tanya kenapa, tapi jawabannya hanya, ngak banget deh tuch warna, dan saya cuma bisa menap heran.
Uni menganggap saya sangat menyukai pink, karena seringnya saya memakai warna itu. Sebenarnya, barang-barang itu jadi secara tidak sengaja terkumpul dengan sendirinya menjadi satu koleksi tersendiri. Seperti halnya warna ungu yang tanpa sadar ketika saya kuliah jadi mendominasi warna kemeja, cardigan atau bahkan kaos saya. Iya semua memang ngak sengaja. Berawal dari banyaknya seragam pernikahan beberapa sepupu saya yang selalu berwarna pink, lalu baju yang sering ibu saya buat untuk saya atau bikin, dan tanpa sengaja akhirnya saya beli sendal pink, karena saat itu ada sale, dan warna sendal yang tersisa adalah putih dengan seret biru dan pink, saya pilih pink, mengingat saya jarang sekali punya warna biru. Saya juga pernah beli sendal pink akibat saya harus langsung ke pesta, sementara ibu saya lupa membawakan sendal saya, dan pilihan warna dan model yang tersedia dan masuk dengan baju pesta saya saat itu adalah pink, akhirnya bertambah lagi koleksi. Seperti halnya teman satu ruangan saya yang jadi seperti penggila warna coklat, karena banyaknya koleksi coklat, dari tas, baju, sepatu dan sendal bahkan aksesoris yang secara ngak sengaja, ia beli.
Sebenarnya bukan masalah juga kalau dibilang maniak dengan warna ini, toh jadi tambah girly kan klo pake warna ini. Tapi hari ini saya jadi ngerasa eneg yang Uni rasakan sama warna ini. Entahlah saya jadi geli sendiri, mendadak saya eneg, karena sebagian besar teman saya yang tidak memakai seragam hari ini memakai warna ini, dan warna ini jadi seperti membosankan, hmm sebenarnya sangat-sangat membosankan hari ini, atau karena memang saya yang lagi bosan entahlah. Hmm, pink....
Kalau tentang DS dan JA. Saya Cuma mau complain dikit ja kok, bener dikit. Hari ini saya memang ngak teraweh, kerena macet, saya datang terlambat dan sesuai perjanjian awal, saya ditinggal dan teraweh berdua dirumah dengan adik saya. Sebelum sholat dimulai, adik saya iseng memainkan remote TV melihat acara yang sedang tayang, dan ini pertama kali saya melihat DS jadi pembawa acara kuis di salah satu stasiun TV. Jujur, kalau menurut saya krang bagus, mungkin ia cantik dan bagus ketika memerankan suatu karakter di film maupun di sinetron, tapi ketika jadi host, hmm sepertinya ada yang aneh, kalau ngambil istilah ibu saya wagu, bukan mau sok tahu, tapi boleh donk saya ngasih pendapat. Mungkin karena masih baru mungkin dan saya lebih terbiasa melihat DS ini berakting sebagai bukan dirinya mungkin yach. Tapi kalau saya boleh ngasih komentar, sayang banget kuis yang seharusnya seru banget itu jadi seperti anyep dan kurang hidup. Ya, semoga aja semakin kesininya Mba DS bisa semakin belajar, sehingga acaranya jadi bener-bener seru dan ngak garing seperti yang saya tonton malam ini. Kritik bolehkan, artikulasinya kurang dan sepertinya kurang penjiwaan tuch mba DS.
Kalau tentang JA, saya cukup kesal ketika menonton the break up. Gendre di resensi yang saya baca baik di Internet, maupun majalah adalah komedi, dan komentarnya bagus banget, Tapi pas di tonton, cukup mengecewakan, belum setengah saja temen saya sudah bete nontonya. Oke lah secara cerita bagus, tapi saya protes, disana tertulis gendre comedy, tapi please ngak lucu sama sekali, datar dan garing. Saya protes saat itu juga apa karena JA pernah main di serial Sitkom yang sukses trus filmnya jadi di paksain bergendre comedy? Tapi kalau kalau komentar teman kerja saya yang duduknya berhadapan dengan saya beberapa kali bilang, Holliwood sepertinya kini kehilangan gigi. Filmnya kebanyakan garing dan aneh. Tapi tunggu ngak semua kok, kemaren saya nonton ada juga yang bagus, The Click. Adam Sandler masih bisa nunjukin keasnya dia, bukan secara cerita aja yang bagus kalau menurut saya, tapi juga situasi dan AS sendiri memang sudah lucu.
Sepertinya saya sudah harus tidur, meski besok libur, tapi saya harus membantu mama menyiapkan makan sahur nanti. Pfef, kantuk saya juga sudah mulai datang sepertinya, ok, good night, and have a lovely dream.

Tuesday, September 26, 2006

-083. Macet

Dimana-mana macet, sudah berusaha pulang cepat dengan target sebelum magrib sudah sampe dirumah, pada akhirnya kemarin gagal akibat trayek bis yang melewati jalan yang banyak angkotnya. dan dapet angkot yang hobby ngetem juga. Tapi alhamdulillah senin kemarin bisa sampai rumah sebelum magrib. Trus hari ini??? huh Macet memang bikin stres. Hari ini sebenarnya ada tawaran nebeng, tapi jamnya ngak bisa tenggo dan trayek juga masih ngak jelas. Wah maaf mba' niat baik mu saya hargai, tapi saya mau cepat sampai rumah, mau berbuka puasa dengan manisan yang mama buat.
Saya benci macet, sangat-sangat benci. Bikin stress, cape badan dan hati. Hiks... kapan Jakarta bebas macet? kapan angkot bisa tertib dan ngak berhenti sembarangan. Phuih, mungkin mimpi saya ini ngak tau kapan terwujud, oh bisa dink... nanti pas beberapa hari (seminggu kali yach)menjelang hari raya dan beberapa hari (seminggu) setelahnya. tanggung halal, sudirman ngak sepadet kemarinatau mungkin hari ini.
Hiks.. selamat berjuang dalam macet temans... (sebenarnya saya mengasihani diri saya sendiri) :'(

Monday, September 25, 2006

-081. Buk-bar

Bukbar (Buka bareng), Tiba2 saja terlintas diotak saya. Entahlah mungkin penyakit kangen saya kumat. Dan karena penyakit ini juga dua tahun lalu, atas bujukan teman saya, akhirnya acara Bukbar bisa terlaksana. Lumayan meski ngak semua bisa dateng tapi yang dateng yach cukup lah. Hingga tahun kemarin, beberapa teman mengusulkan untuk mengadakan bukbar lagi, dan entah kenapa meski saya sudah menghindar dan berteriak cuma mau jadi undangan saja, tetep mereka keukeh sereukeh maksa saya untuk jadi panitia. Panitia tunggal tepatnya, begitu yang Eni bilang. Mereka tahu saya bukan orang yang tega melihat teman saya menderita karena rasa kangen pada temannya. Akhirnya saya mau direpotkan kembali dengan acara yang satu itu.
Untuk tahun ini, sepertinya acara yang sama akan lebih sulit atau mungkin ngak bakal ada lagi? Entah lah, tergantung mereka, tapi saya jujur saja kalau bisa ngak mau jadi "panitia tunggal" lagi.
Saya hampir yakin kalau tahun ini ngak akan ada bukbar lagi, sebab, sebagian besar yang biasanya datang ke acara kumpul2 kini sudah ngak sendiri lagi, dan bukan itu saja, sebagian dari mereka juga ada yang telah memiliki momongan atau sedang hamil. Yach, mungkin acara silahturahmi, akan bergeser, dari bukbar menjadi resepsi. Iya selain bukbar, acara kita ketemuan paling hanya di acara resepsi...
ok guys... see u in another wedding party.. :D

Saturday, September 23, 2006

-080. KOREAN DRAMA VS SINETRON

Setelah mereview sedikit mengenai salah satu drama korea favorite saya, Saya jadi ingat pernyataan ibu saya suatu kali, entah kapan tapi seingat saya sudah cukup lama. Ia mengeluhkan betapa Sinetron yang tayang di TV benar2 menyebalkan baginya. Bahkan dia sendiri bilang, kalau disuruh memilih, maka ibu saya bilang ia mending milih serial korea sekalian, atau mending nonton wayang. Sinetron sering ngak masuk akal, kalau baik dia kebaikan, kalau jahat ya kok kebangetan. Dah itu gayanya sok kebarat2an, ngak junjung adat timur banget sich, perempuan yang paling sering keliatan banget di exploitasinya di Sinetron.
Yang menyedihkan lagi, sekarang justru beberapa sinetron, mengadaptasi dari serial drama korea. Konyol. Drama korea juga ngak seluruhnya bagus, tapi paling ngak dari sekian yang saya tonton dan ibu saya pernah tonton, yang paling parah dari cerita yang kita berdua pernah liat adalah Cuma kata2 kasar & tinggi yang kesannya impolite gitu. Tapi mereka ngak ada tuch adegan mencumbui suami orang da sering banget kayak disinetron, atau gambar perempuan yang disiksa kebangetan. Mungkin ada tapi sejauh yang saya tonton saya belumpernah melihat di serial drama korea yang kami tonton. Menyedihkan sekali sich tayangan TV terurama sinetron di Indonesia.
Untung saya bukan pengila sinetron, Tapi tunggu dulu DTK juga lumayan, sedikit mirip dengan All about eve, Cuma yang satu wartawan televisi, sementara DTK adalah wartawan cetak. Meski sama2 menyelipkan kisah cinta tapi beda kok, kerasa bedanya, lagian secara alur & cerita juga beda, yang sama adalah background situasi dan karir yang diangkat. Paling ngak isinya ngak Cuma perselingkuhan bapak/ibu, atau tentang anak durhaka. Jadi sebenernya bagusaan mana Drama seri korea atau sinetron yang menyebalkan???
Ok guys... have a nice weekend.

Friday, September 22, 2006

-079. All About Eve

Drama Korea yang cukup mengesankan untuk saya. Dari sisi cerita membuat saya cukup terkesan. Yang membuat saya semakin terkesan lagi adalah karena ketidak segajaan. Saya dulu hanya pernah dengar judul serial ini dari penumpang angkot yang kebetulan saya naiki juga. Mereka bilang bagus, tapi saya sebagai pendengar yang ngak ngerti ujung pangkalnya, ya jelas ngak ngerti bagusnya dimana. Sampai salah satu stasiun TV Swasta baru, memutar serial ini dan saya menonton, tanpa tahu apa judul serial yang saya tonton. Yang saya ngerti jalan ceritanya mengenai persaingan dan dunia beoadcast, khususnya penyiaran. Selain jalan ceritanya yang menarik, seting yang diambil juga lumayan bagus. Ceritanya juga ngak hanya melulu tentang cinta perempuan dan laki2 yang terlalu dibuat2. Ceritanya cukup manusiawi, bahwa setiap manusia punya cita-cita dan ambisi yang ingin diraih, tapi dari setiap orang pasti punya caranya masing-masing untuk mencapainya. Bahwa sejahat apapun manusia yang diperbudak ambisi toh sebenarnya dia punya hati.
Suka banget deh sama nih cerita, selain Princes hour dan full house tentunya. Kedua serial terakhir saya juga suka karena ceritanya ringan banget dan lucu, oh ya kalau kata teman saya kostum dan pemain juga menentukan kalau serial itu layak ditonton atau tidak. Tentu saja selain jalan cerita juga.
Balik lagi tentang All About Eve, Yang bercerita tentang kehidupan para pembawa dan pencari berita. Tentang Shan Mei yang polos dan baik hati & Ying mei yang penuh ambisi dalam mencapai segala mimpi dan keinginannya. Cerita ini juga diselipkan ia bukan pokok kalau menurut saya tapi hanya selipan saja tentang kisah cinta mereka, zhen you teman sejak kecil Shan mei yag dimanfaatkan Ying mei habis-habisan, dan ada xiangzhe senior Shan Mei ketika mereka sekolah di London. Musik yang melatari cerita ini juga enak. Yang jelas pemandangan dan tempat-tempat di London yang diperlihatkan ehm... ok...
Ketidaksengajaan menonton dan kemudian jadi jatuh cinta sama ceritanya, dilanjutkan dengan ketidaksengajaan, menemukan dvdnya. Senangnya akhirnya punya DVD serial yang total episodenya 20. Bisa nonton kapan saja dan bisa milih scene yang paling disukai :P. Oh iya Tks untuk abang penjual DVDnya juga.

Thursday, September 21, 2006

-078. Kuping vs Tengorokan.

Sudah dua hari saya nyaris kehilangan suara, entah apa sebab pastinya, kalau kata ayah saya, munkin saya kena radang tengorokan. Setelah pilek minggu lalu sembuh, kemudian sabtu kemarin, mendadak telinga saya nyeri dan gatal. Saya mencoba untuk tidak mengeluh, tapi rasa yang ditimbulkan benar2 menggangu, sampai-sampai saya memerlukan 1 butir panadol penghilang nyeri untuk bisa tidur. Teman dan ibu saya menyarankan ke THT, tapi saya menolak, karena bukan sekali dua kali saya sakit kuping yang diikuti dengan penyakit lain. Kira2 setahun yang lalu, kuping saya infeksi di ikuti dengan demam tinggi ketika malam hari dan kepala yang sakit luar biasa. Sementara sekarang, kuping saya sepertinya infeksi, ya cuma infeksi dan sembuh ketika saya beri obat tetes kuping yang saya beli di toko obat kecil di lantai bawah gedung tempat saya bekerja. Tapi rabu malam, ketika nyeri dan gatal di kuping hilang, suara saya juga sepertinya ikut menghilang. Ada yang salah sepertinya dengan pita suara saya.
Beberapa teman kantor saya meledek kalau saya abis konser dan beberapa lagi bilang saya abis jualan teriak2. Benar-benar tersiksa, untungnya kerjaan sedang tidak ada yang mengantri ataupun minta untuk diselesaikan secepatnya.
Pagi tadi, karena saya penasaran ingin tahu mengenai infeksi kuping lebih lanjut (sebab kalau saya infeksi kuping saya kumat seperti saya bilang sebelumya tidak sendiri.) juga infeksi tengorokan. Di situs ini (milis nakita) biarpun kebanyakan mengenai masalah anak & balita, tapi toh penyakitnya hampir sama dengan saya, sakit telingga & panas. Lalu saya browse dan masuk ke sini untuk mengetahui 3 penyebab radang tengorokan, yaitu, infeksi, alergi dan iritasi. Ketiga hal tersebut juga dapat disebatkan karena kesehatan mulut dan gigi yang kurang terjaga, juga amandel. Nah info-info seperti ini sering sekali saya lewatkan, karena saya memang cenderung lebih senang untuk membaca novel atau cerita-cerita lainnya, ketimbang info yang sebenarnya sangat-sangat berguna.
Dan akhirnya saya masuk ke situs konsultasi kesehatan yang mengulas beberapa masalah dan keluhan dari beberapa orang. Awalnya saya mau tahu lebih banyak mengenai infeksi kuping ataupun radang tenggorokan, akibat dan sebabnya, tapi ketika masuk kesini saya malah klik, klik untuk melihat ke masalah penyakit lain. sedikit nyeleweng tapi ada gunanya kok.
Ada yang saya hampir lupa, saya juga menemukan artikel ini, artikel dengan judul Brojolintang, Pendekar Tengorokan ini mengenai tanaman yang bisa menyembuhkan tidak hanya penyakit tenggorokan saja, akan tetapi penyakit pernafasan. Lihat betapa kayanya indonesia, daripada mengkonsumsi obat racikan dari bahan kimia, lebih baik mengkonsumsi obat tumbuhan, lebih alami, dan kalau menurut saya lebih aman. Hmm, mungkin suatu saat bisa saya coba tanaman ini, mengingat hubungan saya dengan THT yang kurang baik, dan saya bukan orang yang mau pergi ke RS atau ke dokter kalau tidak sangat terpaksa (kecuali dokter kulit kencatikan tentunya :P).

-077. Rizky

Allah memberikan rizky kepada semua umatnya yang taat ataupun tidak taat secara adil. Iya secara adil, adil menurut Allah, Allah yang lebih tahu kita ketimbang kita sendiri kan. Kadang kala kita mengukur rizky Allah, dari materi yang kita dapat, tanpa sadar kalau sehat juga merupakan rizky yang malah menurut saya ngak terukur nilainya. Kala sehat makanan bisa terasa lezat & ni'matnya, tapi coba dikala kita sakit makan terlezat & mahal sekalipun ngak akan terasa se lezat & seni’mat dikala kita (benar-benar) sehat, bagus bisa makan, nah kalau karena alasan tertentu yang melarang kita memakan makanan tersebut??? See betapa mahalnya sehat, ketika sakit,banyak hal yang seharusnya bisa dilakukan menjadi tertunda. Ternyata sehat benar-benar suatu karunia yang besar yang wajib disyukuri.
Lepas dari situ, seringkali terbersit dalam benak saya dan melintas diotak saya ketika saya mendapat rezeky dalam bentuk materi yang berlebih, rezeki siapakah yang datang melalui saya? Pernah terpikir oleh saya, mungkin ibu2 tua pengemis yang setiap pagi dan sore mangkal di trotoar jalanan, dari gedung perkantoran dimana saya bekerja ke jalan raya. Tapi saya ragu, terlebih ketika teman saya yang lumayan sering bareng saya ini mengerutu sebal tentang peminta2 itu (gw benci banget noer, males banget sich mereka, kok bisa2nya setiap hari nongrong dan berharap belaskasihan orang2 yang lewat!). Saya terpana mendengarnya mengerutu, dia memang orang yang selalu (terlalu) berterus terang tentang apa yang ia rasakan, sementara saya sulit berkomentar hingga sekali lagi yang keluar adalah senyuman saja. Jelas saya sulit memberikan komentar, karena sejak hari pertama saya menginjakkan kaki saya beberapa tahun yang lalu di trotoar itu, dia sudah ada disana duduk dan menegadahkan tangan baik dalam kondisi gerimis ataupun panas sekalipun, Miris memang melihatnya, tapi bisa apa saya, saya tidak tahu persis kondisi kehidupan yang ia hadapi, tapi Alhamdulillah saya selalu diajarkan bahwa tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah. Untuk itu lah saya bekerja, bukan sekedar untuk saya saja, tapi juga untuk orang2 disekeliling saya yang mungkin rejekinya Allah titip lewat saya.
Lagi, terimakasih untuk mama, dan tentu saja Alhamdulillah, saya diajarkan bahwa segala yang saya dapat tidak kekal dan ada juga hak orang disana. Saya percaya Rizky saya tidak akan diambil orang, sebab Allah sudah mengaturnya. Yang harus saya lakukan adalah terus berusaha dan mempergunakannya dengan sebaikknya, sehingga berguna dan tidak mengundang kemarahan-Nya.

Dua hari lagi Ramadhan.... begitu cepat waktu berlalu, dan Ramadhan yang syahdu dan penuh cinta sudah di depan mata,
- MOHON MAAF LAHIR BATHIN -

Semoga amal ibadah di Ramadhan yang penuh Ampunan, Rahmat dan berkah, ini di terima oleh Allah. Amien.

-Marhaban ya Ramadhan-

Saturday, September 16, 2006

-075. Separated

Song by Usher;
If love was a bird
Then we wouldn't have wings
If love was a sky
We'd be blue
If love was a choir
You and I could never sing
Cause love isn't for me and you

If love was an Oscar
You and I could never win
Cause we can never act out our parts
If love is the Bible
Then we are lost in sin
Because its not in our hearts
Reff :
So why don't you go your way
And I'll go mine
Live your life, and I'll live mine
Baby you'll do well, and I'll be fine
Cause we're better off, separated

If love was a fire
Then we have lost the spark
Love never felt so cold
If love was a light
Then we're lost in the dark
Left with no one to hold

If love was a sport
We're not on the same team
You and I are destined to lose
If love was an ocean
Then we are just a stream
Cause love isn't for me and you

Back to Reff.

Girl I know we had some good times
It's sad but now we gotta say goodbye
Girl you know I love you, I can't deny
I can't say we didn't try to make it work for you and I
I know it hurts so much but it's best for us
Somewhere along this windy road we lost the trust
So I'll walk away so you don't have to see me cry
It's killing me so, why don't you go

Back to Reff.

At least i've tried.... and i'm tired to give you some another chances.
hurted each other. The best solution for us is seperated.
try and try then always make the same mistakes. I'm just tired, try something
that useless....

Tuesday, September 12, 2006

-073. Princes Wanna Be (Cont)

”San, Ada telephone dari Irina!” Mama mengetuk pintu kamar Irina, berulang-ulang, memastikan kalau ia mendengar panggilannya.
”Ya, Ma sebentar.” Sandra menyahut dan bergegas bangkit dari tempat tidurnya yang nyaman. Hatinya meruntuk, penjelasannya akan memakan waktu lebih dari setengah jam pasti.
”San gimana, penjelasan yang loe janjiin.” Irina dengan tidak sabarnya langsung menyerbu Sandra yang baru saja memegang gagang telphone.
”Iya... gw tadi lagi eror aja lagi Na.” Sandra membetulkan letak duduknya setelah meraih remote di karpet dan mematikan televisi tanpa penonton.
”Ih ngak mungkin banget.” Irina gemas tak percaya.
”Na, loe kayak ngak kenal gw aja, kalo otak mellow gw mendadak kumat kan ada aja yang tau-tau kelintas diotak gw.” Sandra sebal karena jam ternyata sudah menunjukkan pukul 21.00, sementara Irina masih merajuk menagih cerita.
”Iya, ngak papa, gw tertatarik kok dengan hal yang terlintas diotak loe, ayo donk ngomong, jangan-jangan loe tadi keingetan Bagas yach?”Irina tetap memaksa. Sementara Sandra menarik nafas panjang menahan kesal, karena rasa kantuk sudah mulai menyerang.
”Ngak, eh mungkin, tau agh.” Sandra menjawab asal. ”Yang jelas Na, kok gw sekarang jadi rada ragu ma konsep the right person yach, karena kenyataannya nemuin the right person itu bagai mencari jarum dalam jerami.” Sandra menghembuskan nafas mengeluarkan segala isi pikirannya saat itu.
”Kok?” Irina bingung.
”Iya, nyatanya memang lebih mudah buat nemuin orang yang salah daripada orang yang tepat. Padahal kalau di cerita2 dongeng ala putri-putrian yang kita tau dari kecilkan, harusnya kan ada pangeran tampan yang baik dan mencintai kita sampai maut memisahkan, duh kok gw jadi dangdut gini sich, dah ah..” Sandra mendecak sebal setelah sadar dia mulai bicara ngak penting.
”Ngak kok, ayo dong lanjutin, gw lagi asik dengerin nich, jangan sepotong-sepotong gitu dong!” Irina tampak sangat bersemangat dari intonasi suaranya.
”Pokoknya konsep princess wanna be salah, kecuali kalau kita hidup dalam dunia dongeng. Sementara kita kan hidup dalam dunia nyata, dan sering kali apa yang kita harapkan jauh dari kenyataan syukur kalau terwujud dech, tapi kan ngak semuannya juga.” Sandra menghela nafas putus asa karena jarum jam terus bergerak sementara Irina masih bersemangat. ”Na, loe kemaleman gw dah ngantuk nich.”
”Yach, bentar lagi San, pasti masih ada lanjutannya kan.”
”Na, intinya mungkin gw aja yang lagi error, gw keingetan sama Bagas juga Jo. Gw juga jadi inget sama Zy dan Diwangnya. Na, besok sambung lagi yach.. dah ngantuk nich.” Sandra setengah memohon.
”Hmmm, oke dech, maaf ya San, gw kemaleman, abis tadi si Surya dateng, biasa lah.”
”Ngak apa2 Na, dagh have a lovely dream.”
“You too. Bye.”
Klik. Sandra menghembuskan nafas lega dan langsung kembali ke kamarnya setelah meletakkan gagang telephone.

Friday, September 08, 2006

-071. Sendiri

Aku hanya ingin sendiri
Menatap langit malam
Meninggalkan jiwa ku yang letih
Menanggalkan segala beban rindu
Melepas segala marah dan benci

Aku hanya ingin sendiri
Untuk alasan yang sulit ku jabarkan
Untuk berdamai dengan diriku
Untuk meredam galauku
Untuk bercerita pada Mu

Aku hanya ingin sendiri
Mempertanyakan setiap rasa dihati
Mempertanyakan arti cinta dan rindu
Mempertanyakan arti airmataku
Mempertanyakan semua rahasia Mu

Aku hanya ingin sendiri
Ketika hati terperangkap sepi
Ketika rindu tak juga bertepi
Ketika mimpi terasa penuh arti

Sunday, September 03, 2006

-069. Seakan-akan

Seakan-akan mereka tahu apa yang sedang saya fikirkan, seperti apa saya sebenarnya.
Seakan-akan, mereka lebih tahu daripada saya.
Saya binggung, saya heran.
Tapi di dunia ini memang banyak perumpamaan seakan-akan, bukan.
Kadang seakan-akan bisa menjadi sesuatu yang menganjal.
Seakan-akan kali ini menyebal kan... sangat-sangat menganggu.
Alhamdullilah saya bersyukur, kalau saya mengeluh mungkin saya sedang tertekan.
Tapi kali ini saya tertunduk merenung, benarkah saya kurang bersyukur, kalau sudah
mengapa begiru banyak orang menilai sebaliknya.
Saya harus mulai instropeksi dan menghilangkan seakan-akan ini dan itu.

-067. PENONTON (FILM) YANG LUCU

PENONTON (FILM) YANG LUCU

Long weekend, setelah perayaan 17an, ada serangkaian tanggal merah selanjutnya yang mengoda saya untuk berlibur. Tapi kemana? Ke Bandung, wah pasti penuh, yang ada nanti seperti yang sudah2, jadi menyengsarakan diri. Awalnya ingin ke Yogya bareng teman2 kantor, selain karena ada misi, saya juga kangen dengan tempat ini, entah kapan terakhir saya kesana, saya ngak pernah ngitung, sudah seperti apa rupa tempat ini setelah gempa bumi kemarin. Seperti lagu Kla, Yogya memang tempat yang ngangenin untuk saya. Loh kok jadi cerita Yogya???
Oke, balik ke tujuan awal, akhirnya karena suatu hal, kami ngak jadi berangkat dan minta maaf pada teman yang pernikahannya tidak jadi kami datangi, semoga semuanya lancar ya Mba, Selamat menempuh hidup baru & semoga ngak kesepian lagi ;).
Akhirnya rencana long weekend kali ini, adalah makan2 & nonton mendadak dangdut (setelah teman kantor saya yang munggil ini merekomendasikan). Seperti biasa, kami janjian, yach kali ini saya jadi yang paling on time, setelah belasan kali (hihihi temans klo saya hitung2 blom ampe puluhan yach) saya kena semprot karena telat, meski ada yang lebih telat, biasanya tetep saya yang kena omel L nasib. Kali ini kami memilih Citos, setelah bosan berkeliling di daerah segitiga emas setiap hari, minggir dikit enak kali. Janjian jam 11 jadi jam 12.30 whuih mulur 1.30 jam, karena si Tante ini telat seperti biasa. Setelah sholat di basement, kita makan siang, sembari photo2 (teman2 saya ini memag hobi banget photo2 kemana2 bawa kamera :D narcis ngak sich). Kelar makan siang, nyobain sepatu dan photo2, kita ke Bioskop, liat film baru, dan duduk bentar sementara si Tante beli makanan setelah membeli tiket, saya dan seorang teman saya seperti biasa, duduk di kursi, dekat jendela, memperthatikan gaya orang2 yang lalu lalang. Citos semakin sore memang semakin ramai, terutama dengan ABG yang gayanya ngak pernah ada habisnya.
Menurut si Rekomendator, nich film lucu, lebih asik daripada jomblo, yang lucu tapi endingnya ngeselin. Jam 14.55 saya dan temans (lebih dari satu soalnya :P) saya masuk, duduk di deretan C, film di mulai dan ternyata nich film memang lucu, tapi awal2 yang ketawa kenapa cuma kita2 dan beberapa cewek di deretan D diseberang saya. Sepanjang pertunjukan, ada beberapa adegan dan dialog, tepatnya syair lagunya yang bikin geli, sampai kami ngikik, tapi cewek dideretan D ternyata ngikiknya bisa lebih heboh daripada teman saya yang memang terkenal paling ngak bisa nahan ketawa. Sampai2 si Tante ikutan geli dan terkikik sampai ke pangkuan saya, ”hihihi, gw ketawa bukan gara2 nich film lama2, tapi hihihihi” saya ikut terkekeh geli juga jadinya. Bener juga sich, konsentrasi jadi pecah antara film sama penonton gemuk di bangku D. Si Penonton bangku D ini bahkan bisa menarik perhatian orang2 yang ada di bioskop ini karena suara tawanya dan komentar gemasnya yang seakan2 hanya dia dan teman-temannya aja yang nonton. Seperti adegan pas Petris dan kakanya dikejar polisi, si perempuan bangku D dengan hebohya memberi semangat kepada Petris dan histeris sendiri ketika petris harus berhenti karena harus mengatur napasnya. Ckckck..... bahkan adegan yang menurut penonton di bioskop itu ngak perlu ketawa, dia ketawa ngakak. Yang bikin saya ketawa, adalah ketika saya lihat dia ke luar untuk ke kamar kecil, mendadak suara tawa berisik pindah ke bangku deretan paling blakang. ”Ma, dia malu yach, sampe pindah ke blakang segala hihihi, tuch orang beneran dech.” Saya ketawa bercampur bingung mendengar komentar si Tante, setau saya orang deretan blakang juga memang suka ketawa blakangan, kayaknya dia bolot mode on* dech, sedangkan si Mba’ gemuk bangku D beneran ke luar. Baru aja tante membenarkan posisi duduknya dan saya mencuri liat ke deretan blakang, si Mba’ lewat... ”Hehehehe... salah Ma” Tante berbisik sembari ketawa dan temans saya yang lain juga jadi ikutan cekikikan entah karena tahu mereka salah sangka atau memang adegannya pas si Mba’ masuk lagi lucu2nya. Saya jadi bingung sendiri, ini memang film nya yang lucu atau karena ada penonton film yang lucu, kayak Mba’ di bangku D????Tapi nich film memang ngak mengecewakan kok, memang lucu... selamat untuk Monty Tiwa, lirik lagunya mang ngak nahanin.... sumpah. Endingnya memang mending ini dari pada Jomblo, tapi sama menghiburnya. Ayo... saya juga ngerekomen nich film dech, lucu kok, daripada nonton horor mending nonton ini ;)